The magic of 8

06:22

He was unconscious, when he was in debt. We set aside some of our needs for him. But when we need it, he forgets to give his responsibility.

Sedih ketika, kita meminta apa yang menjadi hak kita. Dan ternyata mereka ngga paham..dan ngga pernah paham.

Nunik ~ Part 3 ~

Rabu malam…

Setelah sekian lama ngga keluar juga barangnya di lelang. Mengingat prosedur lelang yang lama juga. Nunik datang membawa beberapa pasukan yang ngakunya… anggota

Bermodalkan sedikit gertakan ahkirnya Nunik dan anggotanya meminta teman saya ini mengembalikan uang yang telah digunakan dan telah diselesaikannya. Pekerjaan.

Dalam jangka waktu tertentu, katanya kalau ngga membayar maka akan dimasukkan polda metro jaya.

Dan karena yang di hadapi temen saya tdk biasa menghadapi masalah. Ya tentu saja. ADA RAS was was dan ketakutan. Seberapa jauh saya ngomong, tentu ngga akan masuk.

Yang saya sebenernya sedih. Ternyata wakil rakyat yang duduk dalam Dewan, kok seperti ini ? Pekerjaan sudah selesai. Dan sudah dijalankan diminta lagi. Mungkin bayangannya kerjaan kami kayak orang orang yang korupsi itu. Duduk diam terima setoran. Daan setelah ketangkep KPK, uangnya diminta dikembalikan ke negara..

Yang lebih muak lagi. Ngajakin anggota dan menakut nakuti. Membuat syok terapi orang yang ngga biasa.

Dan anehnya… kenapa ada yang mau dibayar untuk menakuti tanpa meminta klarifikasi. Yang pada dasarnya mereka adalah anggota dewan dan peneggak hukum di negara ini

Wajar kalau ada yang ngomong bhw penegak hukum aparat bisa di beli. Walaupun tdk semuanya. Dan oknum.

Begitu dilihat masalahnya akan membuat malu sendiri. Tapi apalah artinya malu kaalau sudah dibeli. .

In the end of this…saya cuman mau bilang sama temen saya ini ( mang Oddy ) bahwa niat baik, perbuatan baik tidak selamanya mndapatkan hasil yang baik.

Apalagi kalau pada orang yang salah…

RIP Nunik…

~ semoga tenang disisiNya ~

Nunik ~ Part 2 ~

Setelah mengenal sebut saja Nunik. Salah seorang teman meminta saya membantu agar barang tersebut di lelang. Mengingat ls tdk terpenuhi. Dan si Nunik memang dijanjikan Dayat untuk mendapatkan barang ( yang bukan miliknya ) dengan lelang.

Ahkirnya, tahap pertaama pengerjaan dijalankan. Dan daalam sebulan 1 proses telah di lalui. Kami sampaikan bukti pengerjaan. Dan hitungannya. Kami dibayar sesuai dengan invoice yang keluar. Dan jasa kamipun belum dibyar. Dengan alasan belum lelang.

Tahap kedua dijalankan. Kami menggunakann orang ketiga dalam menyelesaikan masalah ini. Menginat saya kurang expert di bidangnya. Kamipun meminta dana untuk pengerjaan. Tapi sama si Nunik tidak diberikan. Malah salah seorang teman kami. Mencarikan pinjaman si Nunik untuk pengerjaan ini. Biaya pengerjaan kami kirimkan ke Vendor. Tanpa mengurangi sedikitpun. Dengan uang pinjaman salah satu teman kami.

Memberi dari kekurangan. Terima kasih ( sebut saja Mang Oddy ) ..suksma.

Disempet2 in minjemin uàng si Nunik. Karena kasihan.

Nunik ~ Part one ~

Sebut saja namanya Nunik. Ibu haji dari kediri caleg dari salah satu Partai. Saya mengenalnya setahun yang lalu. Ketika ditelp oleh salah seorang temen saya, kalau ada orang yang minta dibantu mengeluarkan barangnya dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Saya pertama kali bertemu di kopi bangi tiam, kelapa gading. Entah kenaapa saya tidak begitu respect saat pertama kali bertemu. Bagaimana tidak. Dengan baju berbalut hijab. Dia tinggal sekamar dengan lelaki yang sudah beristri. Dan disini pandangan saya sedikit merasa agak gimana gitu. Tapi karena pekerjaan lets we ignore this.

Pada saat itu si Nunik ini meminta saya untuk mengeluarkan barangnya. Wajar dong saya tanya. Ibu yang punya barang ? Dan dijawab iya. Setelah itu saya menanyakan dokumen yang berkenaan dengan barang tersebut. Dan ajaib bin ucip. Dia hanya mempunyai foto coppy BL. Saya tanyakan lebih jauh. Adakah dokumen lain ? Jawabannya ngga ada. Dalam pikiran saya. Bagaimana mungkin pemilik barang hanya mempunyai coppy BL tanpa cafatan yang lainnya. Seperti packing list dan invoice.

Usut punya usut baru saya tau kalu ternyata si Nunik ini membeli barang tersebut ( mengaku aku ) brang tersebut punya nya dari Mr D ( sebut saja Dayat ). Dan si Nunik ini ternyata di iming imingin rayuan mr Dayat, kalau dengan uang sekian bisa mengeluarkan. Wajar. Di priok banyak banget mulut berbusa seperti itu. Setelah mengeluarkan uang beberapa puluh juga. Dan barang tidak keluar. Barulah si Nunik minta tolong saya. Anyway, disebut apaaakah kkalau orang yang mengaku membeli bbarang. Dan ternyaata baraang tersebut punya orang yang sengaja digelapkan oleh mr Dayat. Apakah tergolong korban atau penadah ?

Apakah si Nunik yang korban dan mr Dayat penadah ?

Atau si Nunik penadah dan mr Dayat makelar penadah ?

_ part one _

Ketika merasa..

Ketika kita merasa sudah menjadi baik. Pasti akan susah memperbaikinya

Ketika kita merasa pintar. Pasti akan susah pula diajarin

Dan ketika kita merasa benar. Maka pasti semuanya dianggap salah. Dan kita pasti akan semakin tinggi keinginan untuk merendahkan.

Bukan hal yang baru bagi kita mungkin. Kenapa mengajari orang orang yang merasa pintar itu susah. Setiap omongan dan ilmu yang disampaikan tidak akan dipahami bener 100%, mungkin baru 80% aja sudah merasa bisa. Dan mereka kekeh dengan pendiriannya. Bahwa mereka lebih pinter dari orang yang menjelaskan.

Dikepala mereka hanya terbersit apa yang dia serap. Apa yang dia tau dan alami tanpa mempertimbangkan respon apa dari luar. Bahkan dlam suatu kasus masalah, biasanya orang orang yang merasa pintar tidak pernah ingin mengetahui ataupun mendengar lawan bicara. Mereka hanya mendengar sebagian. Menjawab sedikit saja argumen atau pertanyaan orang lain. Dan selebihnya asyik dengan pikiran mereka yang merasa bahawa mereka lebih pintar.

Selanjutnya akan pada tahap bahwa mereka merasa benar. Ditahap ini susah banget orang mau memahami posisi orang lain. Hanya mereka yang seolah olah benar. Pertanyaan dan opini orang lain tidak akan menjadi ada dalam benak mereka 100%. Bagi mereka ya mereka benar dan orang harus bisa menjawab pertanyaan mereka – sementara pertanyaan dan opini orang lain salah.

Bagi saya mereka adalah orang orang yang egonya sangat rakus. Ego yang kelaparan dan tidak pernah puas dengan apa yang ada selama ini. Semoga egoku kenyaang dan tidak kelaaparan sebagaimana ego yang rakus.