Mungkin cinta itu seperti senja yang merona. Senja yang mengakhiri sebuah hari di mana mentari menjadi raja, dan hujan tertidur pulas. Cantik dan mempesona, tapi tidak bertahan lama. Beringsut ketika gelap menerkamnya tanpa ampun.

Memang esok mentari akan terbit, lalu tenggelam lagi. Tapi tidak akan memberi warna yang sama pada kanvas langit. Tidak akan memberi pesona yang sama kepada para penikmatnya. Beda warna, beda rasa, beda keindahan, meskipun sama cantiknya.

Terus begitu, sampai suatu hari nanti mentari benar-benar dilahap oleh raksasa jahat.

 

Malam itu saya sempat ditanya oleh salah seorang sahabat saya, kenapa lama pacarann kok sampai putus – padahal bukan sebentar waktunya. Mungkin karena tidak berjodoh. Dan itu benar. Tapi rasanya apa yang saya alami bukan hanya saya rindu semata dengan mantan saya yang cukup lama, tapi saya rindu dengan seeseorang yang selalu menginspirasi saya. Baik dalam susah dan bahagia. – Matur nuwun Gusti –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s