Ah, Biasa

 

Ah, Biasa.

Mungkin banyak yang menjadi catatan. Seperti biasa, banyak kenangan yang tertoreh. Sebagian meninggalkan luka, sebagian membuat orang lain terluka.

Itu biasa.

Ada kenangan yang akan saya bawa sampai mati, ada yang terlupakan saat jam berdentang dua belas kali pada tengah malam tanggal tiga puluh satu nanti.

Itu biasa.

Ada orang-orang baru yang datang dalam kehidupan saya, ada juga orang-orang lama yang pergi. Yang baru mungkin nanti akan pergi juga, dan yang lama mungkin akan kembali.

Itu biasa.

Ada teman yang berbuat baik didepan tapi di belakang ngomongin heboh.

Ah itu biasa

Yang tidak biasa mungkin saya menjadi terbiasa akan luka dan rasa kehilangan. Dan semakin banyak saya mengenal banyak orang, mempelajari karakter mereka, semakin saya muak akan kemanusiaan yang sebenarnya semakin lama semakin jauh dari rasa manusiawi.

Ada yang ngga pernah nanyain kabar, tapi datang pas butuh.

Ah itu Biasa

Ah…

Mungkin itu biasa juga.

Lalu apa yang luar biasa?

Saya cukup puas dengan sesuatu yang biasa, mungkin. Sehingga sesuatu yang luar biasa pun nampak biasa di mata saya.

Stop trying to impress me, or if you still wanted to try – do try harder.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s