Re Export Leaking Oil in comodity new Bundle Tin

Beberapa saat yang lalu saya diminta membantu saalah seorang exportir scrap dr Thailand dimana barangnya yang datang untuk perusahaan peleburan di Indonesia mengalami masalah. Adapun permasalaahannya adalah barang yang di import merupkan new tin bundle dr Korea. Dan setelah sampai di Jakarta., barang tersebut mengalami permasalahan. Ada beberapa container yang ada dalam kapal tersebut mengeluarkan cairan minyak. Perusahaan pengapalan minta join inspection beberapa container dengan importir berbeda beda untuk memastikan asal tumpahan minyak tersebut. Setelah disaksikan oleh pihak custom – join inspection yang diminta oleh Pihak pelayaran. Setelah Join inspection dilakukan, dan dinyatakan bahwa sumber dari tumpahan adalah barang tersebut ‘new tin bundle’. Menjadi tanda tanya sebagian orang, kenapa new tin bundle kok bisa mengandung minyak ? Jangan terkecoh dengan nama dari para exportir scrab saya bilang, biasanya yang namanya ‘new tin” itu hanya pelapisnya aja yang “tin / kaleng baru” yang lainnya ya tetep scrap. Karena kemasannya luar yang baru ( kaleng baru ) sementara yang lainnya tetep scrap, ya kemungkinan ada tumpahan minyak ada. Sementara itu pada saat survey pengiriman barang, karena di korea musim dingin jadi ya wajar ngga meleleh. Nah, waktu dalam perjalanan kan ditaruh dalam container yang tentu saaja suhunya lebih panas dibanding diluar. Begitu sampai di perairan indonesia ya tambah lagi, ahkirnya sisa sisa minyak dari kaleng kaleng yang di press akan mengeluarkan minyak.

Setelah joint inspection dan mengetahui sumber minyak dari container milik perusahaan A, maka saya segera mengambil keputusan untuk me reexport barang tersebut. Karena memang barang tidak sesuai dengan pesanan. Dan yang paling susah apabila kita transfer PIB nanti ada tumpahan seperti itu pasti pihak KLH juga akan mempermasalahkan, sementara kasus KLH yang lama dari beberapa peleburan belum selesai masak mau nambah lagi ? Jadi yang paling aman untuk semuanya adalah langsung mereexport tanpa melakukan transfer PIB. Apalagi barang juga tidak sesuai dengan pesanan.

Setelah kedua belah pihak ( exportir dan importir ) menyetujui untuk me- reexport kembali, maka tahap selanjutnya adalah :

  • permohonan re export di BC Tanjung Priok
  • Permohonan pengurangan nilai demurage di pelayaran yang cukup banyak untuk 2 BL sebanyak 20 container. Dan dalam kesempatan ini kami sampaikan terima kasih untuk pihak pelayaran KMTC yang telah memberikan discount 70% Demurage dan Detention days tidak termasuk biaya cleaning. Dan tentu saja pihak exportir harus menyelesaikan tanggung jawab untuk biaya cleaning. Dimana biaya cleaning dibebankan oleh pihak pemilik kapal kepada exportir.
  • Untuk nilai storage – sebenernya sudah mengajukan namun masih belum mendapatkan jaawaban.

 

Permohonan re export terselesaikan dalam 1 minggu, selanjutnya kami melalukan pemindahan ke export yard dll yang ngga memakan waktu lama. sekitar 4 hari pekerjaan tehnis re export selesai dan bisa di re export ke negara asal pemilik barang.

Terima kasih untuk segenap team MSP – matahari sinar perkasa – http://www.mataharisp.co.id

2017-04-04-PHOTO-00000236

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s