Laper mata…

http://lifestyle.kompas.com/read/2017/06/21/200000920/buat.apa.menampilkan.kebahagiaan.palsu.di.media.sosial

Link dari berita tersebut cukup pas buat saya.   Socmed memang kadang menampilkan kebahagian semu. Bukaan hanya masalah yang disebutkan diatas tapi masalah hubungan rumah tangga. Beberapa temen saya cukup baik untuk memainkan peran dalam rumah tangga mereka. Di socmed statusnya berasa paling romantis sedunia ngga taunya cuma menampilkan kebahagiaan palsu. Dan berahkir dengan permasalahan perceraian. Dikarenakan adanya perselingkuhan. Berita tersebar di seantara jajaran teman2nya,dan hampir semua cukup kaget karena ngga akan mengira ada permasalah seperti ini. Berbeda dengan yang mereka tampilkan selama ini. Bukan hanya pada satu orang kami ( saya dan rekan rekan ) dikantor melihat kepalsuaan hubungan dalam tulisan di socmed  – jadi sekarang kami tidak pernah begitu memperhatikan dan melihat bahwa yang ditampilkannya bener. Banyak yang palsu2. 😀 Dan herannya malah salah satu teman kami di kantor bisa banget ngeliat ini bener2 asli atau penampilan kebahagiaan palsu aja. Hahahhaa mungkin karena saking serinya menghadapi masalah masalah karena profesinya di tempat kami sebagai konseling HRD untuk all departement. 

Untungnya saya bukan termasuk salah satu orang yang “ngiler” ngeliat kepalsuan kebahagiaan di socmed. Dengan foto2 palsu kebahagiaan  liburan. Orang mau kemana pasang foto mana –  paling ya ada dipikiran saya cuman wah bagus, dimana lokasinya. Setelah tau ya sudah. Baru pas jalan ke kota tersebut berpikiran oh kesana – kayaknya bagus. Itupun kalau sempat. Ngga sempat ya sudah. Dan dulu saya selalu punya pikiran, kalau mau jalan jalan dengan anak anak dan kel musti ada beli dulu heberapa investasi – mengingat saya bukan pegawai negari. Jadi buat jaga jaga kalau misalnya ada masalah di usia tua ( anak butuh sekolah ataupun apa ) kita ada tabungan. Yang kedua, ngga ada tanggungan di bank. Dan alhamdulilah saya tidak mempunyai tanggungan di bank dan CC jadi itu lebih mudah. Jadi pulang liburan ngga kepikiran kejatuhan kalender buat ngebayar tanggungan di bank.🤣 Dan tidak menggunakan CC untuk membayar penerbangan – hotel – dll. Masak liburan senangnya 5 harian tapi bayar cicilan CC nya bulannan. Kalau bagi saya OGAH !! Dan satu hal, liburan ngga usah maksa – kaya orang nyekolahin anak aja. 😉😉 and then jangan spent all your money buat liburan semua. Mesti disisakan buat yang lainnya. Termasuk buat investasi..

Lapar mata ngeliat foto foto yang di upload memang bisa menjadi salah satu godaann. Yang bisa mengendalikan ya kita sendiri. Jangan sampai liburan hanya nafsu. Selebihnya menjadi beban buat kita nantinya.



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s