Normal VS Ngga Normal

Yang menurut kita normal adalah mereka yang cara mikir dan seleranya sama kayak kita. Normal itu relatif dan mungkin ngga ada orang dan hal yang beneran normal di dunia.

salah seorang temen saya punya hobby yang aneh menurut saya, dan itu saya bilang ngga normal. Kenapa saya bilang ngga normal, karena salah satu kesenangannya adalah selingkuh. Ber sms, wa, bbm dan ngomong yang manis manis plus ngasih harapan plus “saru” di text, telp, bbm dan wa. Kalau ditanya, emang niat meninggalkan pasangan ? jawabannya ngga. Emang dia cinta sama sang selingkuhan ? Bilangnya enggak cuman seneng seneng aja dan memang kebiasaannya ngomong saru saru sama temen cowok juga biasa. Yang penting katanya ngga  tidur bareng dan ga hamil sama pasangan selingkuhannya. Dan yang lebih bikin syok, ini perempuan lagi.. tinggal di yogya yang katanya berbudaya dan sopan santun. Bagi dia semuanya normal aja kok, hanya untuk pelampiasan. Karena dia kerja keras dan pasangan ngga bisa diajak ngomong. Disatu sisi orang lain melihatnya ngga normal ? Kenapa ?  Karena memang selera dan pemikirannya ngga sama. Yang satu mikir normal ya karena dia berpikiran itu ” normal ” dan yang lainya berpikir itu ngga normal karena memang pemikirann dan seleranya berbeda. Coba kalau sama sama pemikirannya dan seleranya pasti akan bilang normal.

Dilain hal ada temen yang bilang seorang claim and resolution itu orang orangnya ngga normal. Saya tanya apa yang menjadikan dasar pemikiranmu untuk mengatakan seperti itu ? Jawabnya : karena claim resolution itu sebenernya pekerjaan yang menjenuhkan- berpikir dan menyelesaikan masalah untuk paling tidak win win solution. Tiap hari kerjaannnya mikir bagaimana masalah ini muncul, terus sebabnya dan setelah analisa juga mesti mikir bagaimana cara penyampaian dan penyelesaiannya untuk masalah ini. Bukan hal yang sederhana, satu case kalau ngga ada kerja saama bs mencapai tahunan untuk penyelesaiannya. Orang bilang kerjaan ngga normal karena menjemukan dan juga riweh ngurusin masalah, nganalisa masalah dan mengurai masalah hingga memberikan penyelesaian. Saya tidak mengatakan mereka salah atau ngga bener, mungkin mereka berpikir bahwa masaalah cukup diselesaikan seiring dengan berjalannya waktu dan ngga perlu diperdebatkan. Ada juga yang ngga perlu dipikir. Satu kalimat saja sudah cukup ngga perlu dianalisa atau dicari solusi penyelesaiannya. Biarkan waktu yang menjawab, itu biasanya. Dan mereka berpikiran normal…nanti lama lama juga masalahnya akan berlalu dan ngga diomong lagi. Tapi bagi sebagian orang yang ngga sepemikiran dan se selera pasti “gemes ” dengan situasi ini, mereka cenderung berpikran bahwa masalah harus diselesaikan suka atau tidak -agar hubungan kedepannya jauh lebih baik dan bisa memperbaiki bila salah. Dan bila orang ngga sepemikiran dan sepaham ya tentu bilangnya pasti ” ngga normal ”

Thats why saya bilang batas kata normal adalah pemikiran dan selera – kalau sepaham ya normal ngga sepaham ya ngga normal.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s