Ingatan saya kembali ke beberapa tahun silam. Dimana saya masih baru mempunyai anak 1 dan baru beberapa bulan. Saya termasuk salah seorang menantu yang tidak sempurna dimata ibu mertua saya. Yang jelas sempurna ngga sempurnanya itu kan berdasarkan pandangan mertua sendiri. Subjective. Tapi saya termasuk orang yang bodo dan penakut. Ngga disenengin mertua aja saya ngga ada yang namanya marah aatau saya menjauh dari ibu mertua. Paling kalau datang dan diomelin ya diem aja dengerin.  Dan mertua saya ( ibu ) boleh dibilang orang yang keras, sama kayak ibu saya juga sebenernya orang yang keras. Dan dulu karena saking takutnya dan ngga begitu dekat, saya mulai menarik diri dari mertua dan keluarganya. Daripada buat masalah. Tapi kalau ibu ngomong apa ya saya tetep dengerin. Sampai ahkirnya saaya sadar bahwa hidup saya ini kok rasanya selalu penuh masalah aja. Dan ternyata salah satunya karena saya tidak memperdulikan ibu mertua saya. Tahun 2007 saya terkena masalah hutang yang begitu banyaknya luar biasa šŸ™‚ bagi saya saat itu. Dengan angka yang M tentu sangat berat buat saya dan suami. Sampai ahkirnya saya membaca sebuah artikel bahwa salah satu yang paling penting dalam hidup adalah membahagiakan orang tua. Bukan dengan materi tapi dengan perhatian aja udah luar biasa. Kemudian salah satu sahabat saya mas Dede, memberikan terapi 1 day 1 say hello sama ibu mertua ( karena pada dasarnya suami adalah milik ibunya ). Saya mulai memperbaiki hubungan dengan ibu mertua. Sehari saya nelp sekali hanya untuk menanyakan kabar sudah makan apa belum. Dan juga saya menelphone ibu saya sendiri ( sampe sekarang ), tiap hari kalau jauh saya telp ibu. 

Ahkirnya rutinitas ini menjadi kebiasaan. Dan entah saya sadari ataupun tidak, hal seperti itu kalau ngga dijalankan kayaknya ada yang kurang. 2009 diluar dugaan. Saya bisa menyelesaikan masalah hutang dan banyak masalah yang mengganjal dalam kehidupan saya. Effek yang luar biasa dalam hidup saya. Th 2013 ibu mertua mulai sakit2 an sejak pulang dr rumah jakarta. Dan ahkirnya meninggal th 2015 – sekarang setaelah ibu mertua meninggal kok rasanya hambar juga. Ada yang hilang dalam sisi kehidupan saya. Saya inget betul ketika mau meninggal beliau minta sayaa di dekatnya dan menanyakan anak anak saya. Malam setelah beliau meninggal saya sempat bermimpi ibu bilang kalau restu dan pengestunya senantiasa menemani saya dan keluarga. Matur sembah nuwun ibu. Doa dan semangat ibu senantiasa memberikan pencerahan unntuk kami.  

Satu hal yang saya benarkan dalam pembelajaran ini, bahwa ibu iku Pangeran sing katon. Sebelum menyesal , sebelum nanti ngga bisa berbakti – yang masih ada ibu- monggo dirawat dengan kasih ibunya. Pangestunya ibu sungguh luar biasa. Bagi yang wanita, jangan lupa ibu mertuanya… nelp temen aja bisa berjam jam nelp ibu mertua setahun sekali pas lebaran. šŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s