Bila nilai storage, demurage dll melebihi nilai barang dalam container…?

Dalam sebuah case dimana apabila barang kita di respon sppb dan kemudian di hold oleh pihak P2 dengan alasan SPI expired seperti salah satu importir saya, hal yang di sarankan adalah melengkapi dok. artinya spi harus diperpanjang ketika perpanjangan sudah ok. hal selanjutnya diminta surat dari perdagangan. dan dalam hal ini waktu yang digunakan untuk proses tentulah sangat lama. Lama nya proses ini menyebabkan tingginya biaya penumpukan dan demurage. salah satu importir kami mengalami hal ini. Dan proses sampe pembukaan segel P2 bisa mencapai 3 bulan. Dari document SPI kami proses untuk perpanjangan. Adapun setelah segel dibuka ( dilepas ) dan pemotongan kuota, permasalahan yang timbul adalah tingginya biaya demurage, dan penumpukan di terminal serta denda sppb. Denda sppb yang cukup besar. Dari total biaya storage..40% biaya storage – Lo Lo dan 60% denda SPPB. 

Setelah mengetahui jumlah denda sppb dan storage yang cukup tinggi, kami minta kebijaksanaan Teminal ( dimana kami menggunakan NPCT 1 ) dan ternyata tidak di respon selama beberapa bulan. Ahkirnya kami menghadap Pihak Bea dan cukai tanjung Priok. Baru setelah dibantu mediaasi drngan terminal, kami mendapatkan jawaban..Jawabannya adalah penolakan pemberian discount. 😁😁😁

Selanjutnya pihak importir mengkalkulasi biaya yang harus dikeluarkan. Bagi saya sendiri..kalau misalnya denda demurage dan storage lebih besar ( atau mendekati harga barang tersebut mendingan saya ga ambil ) karenaa memang kita tidak mampu. Daripada mengambil dan denda SPPB serta demurage dan storage sama dengan harga barang mendingan beli barang baru lagi. import. Biar aja barang tersebut di terminal ( mungkin kalau mau ya silahkan dijadikan museum aja 😂😂 

sebenernya case seperti ini sudah beberapa kali kami alami. Dan importir banyak yang mengeluhkan masalah ini. Namun apalah daya importir, pastinya suaranya juga ngga akan di dengar. Permohonan discount aja di jawab kalau bukan salah terminal jadi ya harus ditanggung importir. Padahal ada niatan baik untuk menyelesaikan tapi permohonan kebijaksanaan aja ngga dikasih. Andaikata seperti ini pada siapa -wasitnya- yang bisa menjadi mediasi antara pengusaha, dan instansi yang terkait ? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s