Hukum apa ini ??? 

Setiap makan banyak bagian yang paling cepet keliatan penambahannya adalah perut. Tambah gemuk perut tambah buncit dan udelpun menyempit tentu aja disertai dengan celana jeans yang tambah menyempit. Kayaknya sudah hukum alam setiap ada yang bertambah selalu ada yang menyempit ( keliatan mengecil ). Dan yang jelas bukan celana jeans yang bertambah kecil tapi pertumbuhan badan yang membesar..perut yang semakin buncit. 

Hal sama pun berlaku untuk setiap permasalahan. Bila semakin banyak masalah ruang gerak juga akan semakin sempit. Apalagi masalah hutang, semakin banyak kita meminjam hutang dan bermasalah dengan teman oleh karena hutang tentu akan semakin sempit ruang gerak kita. Tentu aja hal ini disebabkan rasa malu yang membuat keterbatasan gerak. Itupun kalau masih ada malu. kalau ngga ada malunya ya hukum alam..semakin mempersempit ruang pertemanan. Temen yang dulunya sana sani bareng mulai was was di barengin. Pasti takut di pinjemin. Takut bermasalah lagi at least.Apabila ngga diselesaikan tentunya ngga akan ada perubahan sama sekali. Penyempitan silaturahmi akan selalu akan terjadi seiring dengan bertambahnya masalah, katanya sih hukum alam. 

Hukum alam kalau saya definisikan ada terbagi menjadi 7 :

1. Hukum sebab akibat 

hukum kehidupan fundamental. segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. maka semua pemikiran yang kita tebarkan akan berakumulasi dengan pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat.

2. Hukum daya tarik

Apa yang kita pikirkan akan menarik orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran itu kedalam kehidupan kita. makin besar vibrasinya makin besar pula daya tariknya. 

3. Hukum kreatifitas.

Diluar yin dan yang ini ada energi ketiga yang merupakan pasokan ide yang melimpah ruah yang siap untuk dirubah dan seluruhnya secara menakjubkan akan mengembangkan potensi kebahagiaan, dan sukses kita. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan namun saling melengkapi. Keduanya ada di diri kita,tapi hanya akan effektif bila dikembangkan

4. Hukum subtitusi

Kita ngga bisa sekedar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetepan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kevkuman yang terus menerus. Untuk menghentikan suatu sikap kita mesti mencarinya. Ganti pemikiran apa yang tidak kita inginkan menjadi apa yang kita inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali – sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan dengan subtitusi.

5. Hukum pelayanan

Satu hal yang saya hanya sekedar mengingatkan – karena saya pun dulu begitu. Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang tidak kita inginkan. Karena apa yang akan kita perolehpun sama. Memberi perlakuan yang sama dibalik meja akan selalu di imbali dengan proporsi yang sama dengan nilai dari layanan kita kepada orang lain. Lakukan apa yang ingin kita diperlakukan _ maka kita pun akan mendapatkan perlakuan yang sama. Didepan pengen “terlihat” baik, kita pun memperlakukan dengan baik agar terlihat baik. sementara dibelakang tidak seperti itu. maka hasil yang didapat pasti bukan yang terlihat baik. Jadi ya ngga usah laaah pake heran2 kalau kita merasa berbuat baik tapi hasilnya ngga sesuai harapan. Lah kita juga berbuatnya pake ” merasa ” dan untuk terlihat baik.

6. Hukum penggunaan

Kekuatan alami apapun kalau ngga digunakan pasti akan mengalami kemandekan. Beda kalau sering digunakan. Sudah ngga usah dijelasin panjang lebar pasti kita udah tau masing2 mengenai bakat dan kekuatan kita. 

7. Hukum Tujuh

disebut sebagai hukum oktaf. tidak ada kekuatan yang terus menerus bekerja dengan arah yang sama. Tidak ada satupun dalam alam yang berkembang mengikuti garis lurus. Begitu juga dalam kehidupan kita. Tapi setelah kita bisa menyesuaikan diri  dengan prinsip2 itu , kita bisa mengikuti iramanya. 

Nah kalau yang hukum makin gemuk makin sempit celaana ( karena yang paling keliatan cepat bertambah di perut ) itu sih memang mormal dan wajar.Tinggal bagian mana yang cepet ajaaa. ada yang gemuk nya di pipi, ya makin lama keliatan bibirnya makin menciut – padahal bukan bibir nya yang makin kecil tapi rhyme makan kita yang kebangeten…🚼


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s