Kawin cerai, Cerai kawin, Kawin ceria

Musim kondangan bulan bulan ini. sabtu kemaren aja dapat undangan 8. Mulai dari yang Jakarta, Cilegon, Balikpapan dan Madiun. Musim kondangan – musim kawin – bulan baik untuk menikah. Katanya kalau nikah bulan besar ( habis idul adha ) bisa lancar dan bulan paling baik diantara bulan bulan yang ada dalam hitungan moeslem dan jawa. Tapi  sabtu ini juga, dapat berita temen dan relasi yang bercerai 5 orang. Apa bulan ini musim cerai juga ? 🙄

Pasangan yang nikah banyak, pasangan yang mengahkiri pernikahan pun tidak sedikit. Dan pasangan yang bercerai terus nikah lagi juga ada beberapa. Kadang orang jaman sekarang ngga cocok sedikit langsung minta pisahan. Ngga cocok sedikit berantem dan ujung2 nya pisahan. Bertahan dari suatu masalah tidak semuanya baik dan ngga seluruhnya jelek. Jangan hanya masalah dikit langsung ngomong cerai. Tapi ada sih permaklumannya, kalau pasangan selingkuh. Lah ini sih kayak nya bagusan cerai. Mau ngga mau selingkuh kebiasaan. Ntar juga lambat laun nongol lagi. Kecuali semuanya terselesaikan, ada punishment dan ada sangsi. Kalau cuman tobat tomat habis sembahyang kumat – ya sama aja bohong. Karena punishment dan konsekwensinya ngga ada. Jadi mengalir gitu aja. Tinggal nunggu waktu dan pasangan yang pas buat diajakin selingkuh 😝 Kalau masalah yang lain, yang tidak berhubungan dengan selingkuh ya dilihat dulu. Apakah memang perlu untuk bettahan demi anak atau ngga. Sejauh bisa dibenahi, diselesaikan jangan deh cerai. 

Menghormati dan melengkapi satu sama lai…kesabaran yang ngga pernah ada batasnya salah satu agar Kawin ceria… Sabar disini ya harus ngga ada batasanya. kalau udah ada batasannya berati udah ngga sabar. Tadi pagi ada undangan dari salah satu kerabat ipar yang ingin mengadakan lamaran untuk anak perempuannya. Orang tua sama sama tau. Anak sudah kenal dan katanya yang laki laki sudah lulus S1 Unibraw (23 th ). Sememtara yang perempuan baru kuliah di Udayana ( 19 th ). Sebenernya agak kaget juga. apalagi jaman sekarang. bukan jaaman siti nurbaya. umur 19 th sudah dianggap perawan tua. Lah jaman sekarang kan sudah berbeda. Mungkin ada kalanya kita seneng diperhatikan – apalagi baru sekalinya dperhatikan – tapi apa semua itu begitu seneng langsung menjadikan dasar bahwa “udahlah sama sama seneng sekarang” lamaran, 3 th lagi nikahan. Its need time to be considerate – kondisi jaman sekarang beda sama jaman dulu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s