Belajar Import

Kalau memang pengen import sendiri, mulailah belajar mengenai aturannya dulu. Pada kondisi sudah paham barang yang akan di import sebaiknya juga mulai belajar mengontrol importnya. Ada beberapa importir yang secara sengaja memang menyerahkan semuanya masalah custom clearance pada PPJK / EMKL nya tanpa mau tau apa yang seharusnya mereka tau juga sebagai importir. Nah yang susah ketika biaya demurage dan storage nya mahal, mereka teriak teriak dan complain ini kenapa membengkak ? rugi kalau biaya nya sebegitu mahalnya. 

Untuk hal hal seperti itu ada beberapa factor yang menyebabkan tingginya biaya import :

1. Faktor dr external dengan instansi yang terkait

2. Faktor dari lamanya / kurang responsifnya PPJK

3. Faktor pendanaan dari importir

Faktor external dengan instansi terkait misalnya, lamanya ‘respon’ dr PIB yang telah kita transfer doc nya. Biasanya respon spjm atau sppb nya. SPPB yang ngga putus2 lebih dari 3 hari. Terus ada juga lamanya pemeriksaan. udah dapat klik pemeriksa tapi relokasi di TPS lama. Bisa sampe 7 harian. 

Faktor kurang responsifnya PPJK. Disini kalau misalnya PPJK nya terlalu lama bekerja dalam menjalankan proses custom clearance sementara tidak ada permasalahan dalam instansi yang terkait.

Faktor pendanaan dari importir.  Untuk import barang biasanya pihak PPJK jarang ada yang menalangi semua pendanaan. Jadi faktor kesiapan importir dalam pendanaan tentu sangat berpengaruh. 

Dalam proses pengerjaan custom clearance import, biasanya kami menyarankan untuk memberikan doc asli BL Packinglist Invoice dll..kalau belum ada minimal coppy BL Packing list dan Invoice. Setelah mendapatkan coppy BL packing list dan invoice – kami biasanya memberikan informasi untuk draft PIB sebelum kapal datang. Setelah itu kami memberikan perkiraan perincian pendanaan untuk PIB ( pajak ), penebusan DO dan Storage. Setelah kapal datang  ( BC 1.1 ) kami bisa segera menjalankan transfer PIB. setelah itu akan muncul billing pajak yang harus dibayarkan. setelah membayar pajak, kami menunggu respon selanjutnya. Setelah mendapatkan respon ( SPPB / SPJK atau SPJM ) – maka tugas selanjutnya dari PPJK ada menyelaikan proses dalam respon. Kalau sppb ya langsung mengurus DO dan membayar storage – untuk selanjutnya proses pembuatan Tila. Dan ahkirnya pengiriman container ke gudang. 

Apabila SPJM ( yang biasanya disebut red line ) kita bisa lanjut klik pemeriksa. setelah mendapatkan nama pemeriksa, baru kita relokasi container ke tempat behandle ( pemeriksaan ). Disini lamanya proses relokasi yang terjadi keterlambatan beberapa saat lalu memang disebabkan oleh lamanya proses relokasi di NPCT1 yang sampe 7 hari baru bisa pemeriksaan. Biasanya sekitar 2 hari dari pemeriksaan, tapi sekarang apabila kapal sandar di NPCT 1 bisa mencapai 7 harian. ada juga yang sampe 10 hari juga..

Setelah selesai pemeriksaan kita menunggu proses respon selanjutnya, yaitu SPPB. Sembari menunggu respon sppb – kita jalankan proses pengambilan DO. setelah respon sppb baru kita bayarkan biaya storage dan selanjutnya pembutan tila – dan pengiriman ke gudang. 

Proses belum selesai sebelum kita mengembalikan empty container ke Depo. Bila pendanaan terlambat tentu saja akan membuat proses akan sedikit terlambat dan hal ini yang menyebabkan melambungnya nilai storage dan demurage. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s