Sore dipojok Pasar kota gede..

Wajah wajah bertopeng menyusuri sudut jalannya. Topengnya manis tersenyum. Ada juga topeng yang tertawa lebar. Tapi dibalik semua itu wajah wajah asli terlihat. Wajah dibalik topeng pun tidak selamanya berasal sama dari hati manusia, tidak selalu seirama dengan hati. 

Dua tahun berselang, wajah di depanku terlihat semakin keriput dan tua. Hanya saja senyum selalu menghiasi wajahnya bila bertatap muka. Tangannya sibuk dimainkan di atas meja, mungkin apa yang ada di kepala tidak bisa disampaikan.

” Ada apa to mbah kok sajakne bingung ?”  Tanya saya mengawali pertemuan sore ini 

” iyo ngene lho mbak, aku ki wingi neng Wirosaban. Dokterne ngomong nek aku kena stroke ringan ” ( * begini lo mbak, kemaren saya ke Wirosaban. Dokter bilang kalau saya stroke ringan * )  

” Stroke ringan mbah ? Oalah, dahar menopo mbah ? ( *Stroke ringan mbah ? Oalah, maem apa mbah ? * ) tanya saya sembari menatap senyumnya yang sedikit memudar

” ora mangan opo opo jane. Aku meh berobat kon nebus obat nduk, lha tak jaluk duitku neng Yayuk kok malah jarene ra duwe duwit malah ngomong ya sak nduwene. Nek wes oleh duit lagi diwenei aku Nduk ” ( * tidak makan apa apa. Saya mau berobat disuruh tebus resep, saya minta uang saya ke Yayuk lha ternyata dia bilang ya bayarnya sepunyanya. Kalau ada uang baru dikasih * )

” wes mbah, ngga usah dipikir. Si mbah sehat sik, iki aku ono rejeki. Digae nebus obat ya mbah ” 

” Matur nuwun Nduk, mbah raiso mbales yoo. Mugi Gusti ingkang pinaring urip maringi berkah neng awakmu ” (* Trima kasih Nduk, mah tidak bisa membalas. Semoga Tuhan membalas kebaikanmu.

Tatapannya masih nanar memandang meja berubah. Tangangnya yang keriput mulai bergerak gerak diputar seolah ingin berkata lebih. Tapi matanya terlihat sangat bahagia, kebahagiaan yang bener bener bisa menembus hati setiap orang. Rasa yang tidak pernah bisa di ungkapkan.. Lekas sembuh ya Mbah, ndak dodolan pisang goreng meneh… 

Banyak mbah mbah Parni di luar sana, seseorang yang niat membantu ( kadang dengan memberikan pinjaman ). Orang yang memberikan pinjaman bukan selalu orang yang punya kelebihan atau sisa uang, tapi kadang mendahulukan kepentingan orang dibanding dirinya. Dan ketika pas kita butuh belum tentu juga orang bisa memposisikan dirinya sama seperti orang yang meminjamkan uang. Terlebih kalau memang mereka sudah dibutakan, mbayar ngga mbayar ya nunggu aku punya lebih. Aku ngga ada lebih ya ngga tak bayar. Susah !! Dunia dan berbagai isinya…

3 minggu setelahnya, mbah Parni saya dengar sudah dipanggil Sang Khalik. Sugeng tindak Mbah… 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s