Zombie 2017


Obat yang dikonsumsi anak-anak itu bertuliskan PCC atau “Paracetamol, Cafein, Carisoprodo”, dan bukan merupakan jenis narkotika. Dalam dosis yang tepat, PCC berguna untuk menghilangkan rasa sakit dan obat sakit jantung. Namun, obat ini malah dijual 25 ribuan/20 butir. Ironisnya, ada yang melarutkannya ke dalam minuman Ale-Ale. Kini, BNN tengah menguji lebih jauh soal kemungkinan kandungan lain yang dicampur ke dalam obat tersebut sehingga menghasilkan efek sedemikian rupa.
Melihat kondisi tersebut, kok saya keinget dengan film film zombie. Dalam film populer tersebut, zombie berasal dari virus. Ada hipotesis yang mengatakan virus Z ini benar-benar bisa dibuat. Caranya adalah dengan mengambil dan menggabungkan sifat tiga virus, yakni virus rabies, virus ebola, dan virus influenza. Virus rabies dapat menghilangkan kesadaran manusia, namun sayang virus ini butuh inkubasi yang lama dan tidak mudah menular kalau tidak ada kontak fisik ke darah. Viru ebola dan influenza memiliki kecepatan inkubasi dan penyebaran itu. Jika ketiga sifat tersebut dapat digabungkan, maka jadilah virus z.

Zombie muncul pertama kali dalam film pada tahun 1932, dalam film berjudul “White Zombie”, 
Dalam film populer tersebut, zombie berasal dari virus. Ada hipotesis yang mengatakan virus Z ini benar-benar bisa dibuat. Caranya adalah dengan mengambil dan menggabungkan sifat tiga virus, yakni virus rabies, virus ebola, dan virus influenza. Virus rabies dapat menghilangkan kesadaran manusia, namun sayang virus ini butuh inkubasi yang lama dan tidak mudah menular kalau tidak ada kontak fisik ke darah. Viru ebola dan influenza memiliki kecepatan inkubasi dan penyebaran itu. Jika ketiga sifat tersebut dapat digabungkan, maka jadilah virus z.
Zombie adalah mayat hidup, bergerak bukan karena kemauannya sendiri, melainkan berada di dalam kendali orang lain. Dari sini, bisa jadi makna zombie adalah sebagian besar manusia nantinya hidup, disadari atau tidak, berada di bawah kendali dan pengawasan orang tertentu. Perilaku manusia seperti itu sudah berubah. Pelan-pelan manusia akan kehilangan kemanusiaannya karena zaman yang berkembang yang sebenarnya memang sudah didesain demikian.

Manusia tak ada bedanya dengan robot. Misal, ketika kuliah, hidupnya hanyalah kos, kantin, kampus. Ketika kerja, hanya rumah, jalan, kantin, kantor. Terus saja berulang rutinitas itu tanpa menyadari potensi lain dari dirinya. Manusia yang hanya tau kerja, pulang, sampai rumah bersih bersih dan tidur atau sampai rumah sudah capek dan hanya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan dirinya dan keluarga nya ada di dlm rumah cenderung adalah zombie zombie jaman sekarang ini. Boleh jadi berkumpul dengan keluarga lainnya sebulan sekali juga ngga pernah. Atau pun menelphone orang tuanya yang pas hanya butuh selanjutnya ngga ada lagi. Ikatan emosional – kemanusiaan yang sedikit perlahan lahan memudar ini lah yang tidak bisa memberikan nilai tambah dalam kehidupan. Apakah manusia tetap manusia kalau tidak bisa memberikan nilai tambah? Apakah manusia tetap manusia jika kehilangan kemanusiaannya?

Kehidupan bersosialisasi pun hanya sebatas, rumah dan isinya,  rekan rekan kerja paling kongkow sebentar, dan beberapa orang yang bis di hitung dengan jari. Sementara dengan keluarga yang lain dan orang tua aja belum mesti berkomunikasi tiap minggu. Hidup dan mononitas irama kehidupan orang yang seperti ini cenderung  bergerak memudar untuk kemanusiaannya. Mereka hanya berpendapat bahwa “aku sudah cukup sibuk dengan duniaku. Kalian mau ngapain ya silahkan aku ngga mau tau dan ngga ingin tau “. Wajar jika ketika ada pil PCC datang dan di edarkan dengan harga yang cukup murah sampe bisa dijual seenaknya pada anak anak mereka para penjual tidak berpikir apapun effeknya hanya berpikiran keuntungan bisnis untuk merreka. Bagaimana kalau itu salah satu kel mereka ( mungkin bukan anak ) tapi keponakan dll ? Apa diawal berpikiran seperti itu ? Tentu tidak karena rasa kemanusiaannya sudah memudar. Dan mungkin bila itu terjadi sama anak anak nya baru rasa penyesalan ada. But I think its too late if they know when the accident happened.. 

salah satu cara mengolah rasa kemanusiaan kita adalah dengan berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan. Dann banyak juga orang yang sukses adalah orang orang yang bisa membina hubungan baik dengan diluar dunianya – ke general life. Bukan yang hanya dengan teman sekantor beberapa dan juga temen sekolah satu ataupun dua. Seperti yang saya tulis diatas. Apalah disebut sebagai manusia bila sudah kehilangan kemanusiaannya ?

http://metrotvn.ws/4KZEWngk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s