https://hot.detik.com/read/2017/10/07/102638/3674175/230/dipuji-perempuan-kuat-istri-pertama-ustad-arifin-ilham-amin

Kapan hari ustad ini nongol dengan ketiga istrinya. Keliatannya semuanya baik baik saja. Istri pertama merestui dan keliatannya tidak keberatan sama sekali dengan pernikahan ketiga sang ustad. Bahkan beberapa comment menyatakan kalau sang istri pertama tidak ada rasa cemburu dan bisa menata hatinya tatkala suaminya menikah. 

Kalau bagi saya sendiri, tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa disembunyikan sangat tidak setuju bila di poligami. Mungkin baru ngomong mau nikah atau seneng sama si A dan berniat nikah siri atau resmi, pasti saya jamin penggoregan, panci, dan perlengkapannya saya pastikan lempar ke muka suami. Saya manusia biasa bukan setengah dewa. Jadi ya pastinya ngga akan rela suami saya nikah lagi – dengan perempuan lain. Apalagi yang lebih muda dan masih kinyis2. Lebih jelek aja ngga rela apa lagi lebih cantik. Dan terus terang daripada ribut2 saya pasti akan menyelesaikan masalah dengan segera. Cukup bisa dipahami kenapa ada perempuan bisa melabrak simpanan suami nya tanpa malu malu dan mempertimbangkan harga dirinya. Karena bagi si perempuan tersebut tentu rumah tangga, anak dan komitmen lebih penting. 

Swbagian orang menanyakan kenapa kok si ustad ini ngga nikah sama janda yang ngga mampu dan anak banyak. Kan memang di ajaran agama islma boleh memperistri lebih dari 1 asal dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Misalnya, janda dengan anak banyak. Terus ada juga syaratnya salah satunya adil. Lah,  adil ini lho… ngga semuanya bisa. Rasa rasanya hanya Nabi Muhammad yang bisa. Sejauh manusia masih ada egonya. Pasti ego tersebut membutuhkan makanan. Kalau seperti sang ustad, yang menikah dengan wanita yang cukup cantik cantik dan bukan janda yang membutuhkan – apakah sang ustad menikah tanpa nafsu duniawi ? 😂 hanya Allah yang tau. Karena saya juga bukan istri sang ustad ya tentu saja tidak bisa menjawab itu. Kalau itu suami saya ( *amit amit insyaallah tidak menimpa saya ) ya, pastinya salah satu unsur nafsu ada. 

Sempat terpikir dibenak saya, bagaimana persaan anak anaknya ? Kalau masih kecil sih mungkin ngga akan ada masalah. Kalau anak istri kedua aatau ketiga mungkin masih tidak merasakan perihnya – ngeliat sang Ayah harus berbagi ibu dengan wanita lain dan berbagi dengan anak anak dari wanita yang lain. Kita tidak akan pernah tau bisa menebak isi hati anak yang terluka, mungkin keliatannya baik baik tapi ya belum tentu baik. Suatu saat semuanya akan terbuka. Lalu apakah bisa terwujud keluarga yang samawa ? Tentunya pasti akan jauh dr itu. Mengingat ustad juga manusia – bukan sang Nabi. Pengetahuan agamanya yang dalam, syariat yang kenceng belum bisa berimbang baik ketika seorang manusia belum bisa menyeimbangkan egonya yang kelaparan, dan rasa yang dipunya. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s