Pagi ini perjalanan saya ke negeri kangguru. Bukan masalah suka tau ngga sukanya yang membuat saya males berangkat. Tapo memang saya kurang merasa nyaman dengan keberangkatan kali ini. Bagaimana bsa nyaman, waktu yang direncanakan untuk acara ini terlalu mepet. Bahkan saya sendiri ngga yakin apakah dengan waktu yang sesingkat ini saya bisa menjalankannya. Berbekal rasa pede yang 50% dan selebihnya menyerahkan semuanya kepada Sang Khalik – ahkirnya rasa kawatir ini hilang perlahan lahan.

Saya tidak tau apakah hubungan antara dzikir yang saya lakukan dengan semua keresahan ini. Mungkin ini yang namanya healing theraphy yang katanya orang bisa memberikan ketenangan. Cukup dengan dzikir

LAHAULA WALA QUWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADZIM

Bener bener membuat semua yang awalnya mustahil menjadi tdk mustahil di hadapan Sang Khalik. Setelah malantumkan dzikir ini dalam pesawat yang menerbangkan saya dari Jakarta ke Sydney, begitu turun rasanya lepas dan ringan sekali. Ke acara pun seolah olah saya sudah siap dengan materi. Dan sungguh semuanya berkat bantuan dan campur tangan Allah, acara berjalan lancar. Amin.

Melihat dari sini. Apa yang kita banggakan. Pikiran dan kecerdaasan ngga ada artinya tanpa campur tangan Allah dalam kehidupan kita.

Matur sembah nuwun Gusti.

– Sydney, 19 Nop 207

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s