Agama dan Ketuhanan

Waktunya lagi pada ngomongin agama dan ketuhanan gegera ada masalah bom surabaya dan sidoarjo yang cukup banyak memakan korban. Baik bagi sipembawa bom dan juga orang yang ngga bersalah.

Banyak yang bilang masalah agama,, keyakinan paham agama yang mereka anut dan semuanya yang mengarah pada janji yang diberikan Tuhan. Dengan doktrin dan pemahaman entah yang bagaimana.

Bagi saya sendiri agama dan ketuhanan berbeda. “Banyak orang belum mengalami Tuhan. Bukan tentang ibadahnya, tapi pengalaman berketuhanannya. Ada yang rajin ibadah, tapi nggak punya iman. Nggak yakin masa depannya dijamin Tuhan.

Ada juga yang ibadahnya transaksional.
Contoh ibadah karena transaksional: Rajin sholat, saat teduh, doa ini atau itu bukan karena pengin dekat sama Tuhan, tapi karena (lagi) pengin sesuatu dan berharap dikasih sama Tuhan.
Atau contoh terekstrim: Bawa bom bunuh diri buat bunuh orang karena menurutnya itu tiket buat ke Surga. Berarti buat kepentingannya kan, bukan kepentinganNya…
Ada juga yang ibadah karena kebiasaan aja. Ada yang kurang kalo nggak dilakukan. Sholat 5 waktu, misalnya. Atau doa sebelum makan. Jadi bukan karena cinta sama Tuhan.

Ada juga beribadah biar keliatan bertobat ( padahal perbuatannya tidak mencerminkan pertobatan). Berdoa nangis nangis.. Rajin.. Berdzikir.. Atau rajin membaca alkitab dan kegereja biar keliatan bertobat setelah melakukan kesalahan. Atau mulai mengaji dan mengikuti pengajian biar keliatan bertobat.

Ada juga yang rajin berdoa karena pas lagi masalah. Entah masalah keluarga. Pekerjaan. Atau masalah sepi nya pemasukan. Dulu saya termasuk kategori seperti ini. Berdoa, sembahyang kalau lagi ada masalah dan ada maunya. Tapi kok lama lama malah jadi saya yang malu sendiri.. Kadang aja saya ngomel kalau ada temen datang pas butuh aja. Lah ini kok kelakuan saya juga kayak gitu. Untung Allah ngga kaya saya yang kadang punya pikiran buruk. Allah maha bijaksana… Dan mulailah sembahyang hanya untuk mengucapkan terima kasih. Kadang meminta aja masih malu.. Walaupun Allah menyuruh kita menyebutkan permohonan dan harapan… Semoga Sang Khalik memberikan kebijaksanaannya.. Menghadirkan penyertaan Allah dalam kehidupan kita.. Amin

Advertisements

One thought on “Agama dan Ketuhanan

  1. Ya, inilah kenyataan yang saya lihat di sekitar saya.

    Saat kecil orang tua sering marah dan memaksa pergi ke tempat ibadah, ini terbawa sampai besar menjadi suatu kebiasaan, tanpa mengerti maksudnya apa.

    Yang anehnya tidak sedikit yang rajin beribadah tapi memiliki hati yang kotor (penipu, pencuri, kriminal), tapi mereka ini terus menasihati saya untuk rajin ke tempat ibadah, sungguh ironis, karena biarpun saya jarang ke tempat ibadah, saya tidak pernah mau merugikan orang lain, berbeda dengan mereka yang merasa “suci”.

    Dan sayangnya banyak pemimpin agama yang radikal juga, seperti saya baru mendengar ceramah salah satu orang terkenal, dia menghalalkan tindakan bomb di Surabaya jika tidak ada korban perempuan dan anak2, dan dia menasihati kalau lain kali, hanya bunuh yang pria saja. Saya sampai bengong mendengarnya, tapi saya lihat orang2 banyak yang mendukung dia.

    Sepertinya orang2 masih banyak yang tidak punya idealisme sendiri, masih gampang di arahkan, entah ke jalan yang benar, entah ke jalan yang salah.

    Peristiwa bomb Surabaya ini sangat berbahaya, kalau terus berlanjut, bisa-bisa investor pada kabur seperti tahun 98, pendapatan dari pariwisata menurun, dan dollar bisa naik ke 20rb, harga barang naik, orang-orang menyalahkan pemerintah tidak becus, padahal yang menghancurkan negara adalah teroris.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s