Ketika merasa..

Ketika kita merasa sudah menjadi baik. Pasti akan susah memperbaikinya

Ketika kita merasa pintar. Pasti akan susah pula diajarin

Dan ketika kita merasa benar. Maka pasti semuanya dianggap salah. Dan kita pasti akan semakin tinggi keinginan untuk merendahkan.

Bukan hal yang baru bagi kita mungkin. Kenapa mengajari orang orang yang merasa pintar itu susah. Setiap omongan dan ilmu yang disampaikan tidak akan dipahami bener 100%, mungkin baru 80% aja sudah merasa bisa. Dan mereka kekeh dengan pendiriannya. Bahwa mereka lebih pinter dari orang yang menjelaskan.

Dikepala mereka hanya terbersit apa yang dia serap. Apa yang dia tau dan alami tanpa mempertimbangkan respon apa dari luar. Bahkan dlam suatu kasus masalah, biasanya orang orang yang merasa pintar tidak pernah ingin mengetahui ataupun mendengar lawan bicara. Mereka hanya mendengar sebagian. Menjawab sedikit saja argumen atau pertanyaan orang lain. Dan selebihnya asyik dengan pikiran mereka yang merasa bahawa mereka lebih pintar.

Selanjutnya akan pada tahap bahwa mereka merasa benar. Ditahap ini susah banget orang mau memahami posisi orang lain. Hanya mereka yang seolah olah benar. Pertanyaan dan opini orang lain tidak akan menjadi ada dalam benak mereka 100%. Bagi mereka ya mereka benar dan orang harus bisa menjawab pertanyaan mereka – sementara pertanyaan dan opini orang lain salah.

Bagi saya mereka adalah orang orang yang egonya sangat rakus. Ego yang kelaparan dan tidak pernah puas dengan apa yang ada selama ini. Semoga egoku kenyaang dan tidak kelaaparan sebagaimana ego yang rakus.

Advertisements

Your perception of me is a reflection of you : my reaction to you is an awareness of me.

A week ago, one of my friend said her perception about me. She said that I am not a nice person – I allways talking with others as I want without thinking about their feeling. But whatever she said I don’t care. I don’t ask her to be nice with me. They had opinion and perception that she was build by herself  – and I don’t want to push her same perception with me. But also don’t ask my reaction with her. If she has perception that I am not a nice person – I also rather difficult to close with her. Because the perception that she has built in their head

Cemilan siang hari…

untitled

Dalam satu pembicaraan singkat di sebuah café Artha Gading siang itu, saya bertemu dengan salah seorang temen lama. Mengenang masa masa jaman di sekolah, kangen dengan cerita konyol jaman dahulu dan cerita tentang aktifitas sekarang menjadi topic yang panas siang itu. Kita bertemu setelah sekian tahun lulus sekolah – dan bertemu dalam group komunitas yang sama ( salah satu Group WhatsApp ). Hal yang sangat luar biasa media satu ini. Mungkin kalau ngga ada tehnology yang seperti ini saya ngga akan pernah ketemuan sama temen temen lama yang entah dimana mana sekarang. Tapi tidak jarang jg, mengingat banyaknya anggota di group. Ada juga yang beberaapa kali masalah muncul diantaranya, rebut permasalahan omongan sampai ada juga yang cinta dari WhatsApp group ini.

Namanya group banyak orang juga banyak kepala, mulut dan karakter. Siang ini topic berkisaran tentang bagaimana masalah cinta lama yang muncul kembali. Dari yang ejek ejekan di group sampai japri luar group yang sangat luar biasa kencengnya, dan sampai ahkirnya cinta lama pun kembali muncul. Permasalahan yang muncul ketika cinta dating kembali – adalah posisi yang sdh tidak sama lagi. Yang satu masih dalam ikatan pernikahan – yang satu sudah selesai ikatan pernikahan. Dan semuanya berahkir dalam masalah yang ribet dan ruwet. Pertemanan dengan beberapa temen di dalam group yang baru ketemuan juga sedikit bermasalah ketika adanya konflik ini.

Bukan hal yang aneh sebenernya dimasa usia masih dlam pernikahan banyak yang melakukan kesalah dengan komitmen. Ada yang sekedar mencari temen ngorol dengan masalah masalahnya, yang berawal dari obrolan sederhana ahkirnya seperti menjadi sebuah ketergantungan satu sama lain. Lebih deket dengan temen yang diajak curhat daripada dengan orang yang diajak komitmen. Dan berawal dari curhat ini lama lama menjadi nyaman, hingga ahkirnya mengarah ke pertemuan dan yang jelas bakalan tambah runyam lagi. Ketika pasangan mengetahui dan meminta untuk meninggalkan, adanya juga malah pemiikiran yang mencari pembenaran sendiri. Ah, terlalu panas untuk dibicarakan siang ini. Sudahlah…anjing tidak akan menggonggong kalau tidak ada sebabnya,

Sometimes, you just need to distance yourself from people. If they care, they ll notice. If they dont, you know where you stand.

~ Mulut ~

Sometimes, mulut bisa menjadi manis. Namun bisa juga menjadi pahit. Berawal dari adu mulut sala seorang temen di group yang tersinggung dengan bercandaan temen. Mungkin juga lagi sensi, kita ngga tau. Tapi saya sarankan kalau mood lagi ngga bagus. Mendingan jangan banyak melihat group dan comment. Hasilnya pasti akan banyak terjadi persinggungan.

Kembali ke masalah persinggungan bahasa dalam penggunaanya memang sudah beberapa kali terjadi dlam group whatsapp ini. Kalimat bercandaan yang biasa pun. Kau ngga tepat penempatannya, dan pada saat penerima ngga mood juga akan menjadi masalah. Jadi sebaiknya, kalau memang lagi ngga mood ~ diam adalah cara terbaik.

Namun tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan diam. Ada yang hanya diam untuk tidak memperpanjang. Namun hatinya masih dongkol. Lha typical yang seperti ini yang sedikit berbeda. Kenapa? Karena pada waktunya nanti. Hal seperti ini akan terulang.

Kalau saya cenderung untuk bertanya. Bertanya ada yang sekiranya menjadi penyebab permasalahan dintara kami. Bukan membuka konflik tapi mencari solusi untuk menyelesaikan konflik tersebut. Sehingga dikemudian hari bisa tau kedepannya. Apa yang menjadi permasalahan. Dan berusaha tidak mengulang.

Sama halnya ketika salah seorang temen saya mengatakan bahwa saya mempunyai √ mulut √ yang sama dengan salah satu temen di group. Yang dikategorikan bahasannya ^ kasar ^. Dan ketika saya mempertanyakan ke temen saya. Apa yang membuat orang berpikiran seperti itu? Apakah saya pernah berkata kasar. Apakah saya pernah memaki maki, seperti temen dengan bahasa yang kasar tadi? Dan jawabanya katanya tidak. Tapi saya diminta memfoto mulut saya dan mulut temen tersebut untuk melihat persamaan. Jawaban yang sedikit konyol untuk saya sebenernya. Atau jawaban yang terlalu tinggi buat saya dengan bahasanya.

Apapun itu masalahnya. Bukan menggabungkan foto mulut yang utama. Tapi bagaimana kita menanggapi suatu masalah. Jangan hanya diam. Karena diam juga tidak akan menyelesaikan masalah.

HBD Sonny

Happy birthday Sonny..

Semoga Tuhan senantiasa melimpahkanmu keberkahan, cinta dan kebijaksanaan dalam hidupmu. Semoga Allah mewujudkan cita citamu. Keinginanmu membahagiakan kami orang tua, dan selalu rendah hati dalam setiap langkahmu. Doa kami menyertaimu selalu.

Happy birthday Yusuf…!!

Pengaduan ke @gojekindonesia yg kurang memuaskan.

Gojek Food atau Gofood, merupakan salah satu pilihan dijaman now untuk pengantaran delivery makanan. Memang sangat cukup membantu kita, bila keadaan tidak memungkinkan atau kita males. Saya juga biasanya seperti itu. Males dikit. Pesen gojek atau gofood untuk order makanan. Seiring dengan meningkatnya pengguna gofood, mungkin alangkah baiknya diikuti dengan pelayanan yang lebih baik untuk driver gofood ini.

Beberapa saat yang lalu. Saya menggunakan aplikasi gofood untuk memesan makanan. Dalam pembayaran yang saya gunakan.. Saya menggunakan pembayaran go pay. Mengingat saya ngga ada tunai yang tidak terlalu banyak. Dan atm juga jauh dari tempat saya menginap. Ahkirnya saya menggunakan gopay. Cukup mudah bagi pengguna untuk menggunakan gopay. Hanya dengan menggunakann pembayaran mobile banking pun bisa dan mudah. Setelah saya isi saldo go pay saya, maka saya pun memesan makanan. Driver di peroleh. Setelah berkomunikasi melalui chat di gojek. Si driver mengatakan kalau dia minta pembayaran tunai. Dan uang di gopay akan dikembalikan. Saya pun percaya saja ya, mengingat belum pernah ada pengalaman buruk. Dan dulu sebelumnya juga pernah mengalami seperti ini. Pengemudi mengembalikan dan saya membayar tunai. Pesanan pun datang. Sebagaimana biasanya, saya kasih lebih untuk tips. Dan saya tanyakan kenapa kok uang saya tidak kembali. Dijawab oleh driver bahwa nanti akan kembali. Mungkin jaringannya ngga bagus. Ahkirnya saya pun percaya percaya saja. Dan ternyata sampai hari ini. Uang tidak kembali.

Sebenernya bukan masalah nilai uangnya yang saya sebel. Tapi service dan layananya kok seperti ini. Dan saya sempat bertanya pada twitter gojek indonesia…tidak mendapatkan response. Hal seperti ini sangat sangat disayangkan. Mungkin bisa jadi bukan saja sama saya tapi sama orang lain juga.

Dan sangat disayangkan. Komplain customer tidak dilayani oleh @gojekindonesia. Mengecewakan sekali.

In the end, sebaiknya jangan menggunakan gopay dalam membeli makanan. Lebih mahal dikit bayar tunai. Tapi uang tidak hilang dan pesanan sesuai. Daripada menggunakan gopay untuk pembayaran di gojek…