~ Mulut ~

Sometimes, mulut bisa menjadi manis. Namun bisa juga menjadi pahit. Berawal dari adu mulut sala seorang temen di group yang tersinggung dengan bercandaan temen. Mungkin juga lagi sensi, kita ngga tau. Tapi saya sarankan kalau mood lagi ngga bagus. Mendingan jangan banyak melihat group dan comment. Hasilnya pasti akan banyak terjadi persinggungan.

Kembali ke masalah persinggungan bahasa dalam penggunaanya memang sudah beberapa kali terjadi dlam group whatsapp ini. Kalimat bercandaan yang biasa pun. Kau ngga tepat penempatannya, dan pada saat penerima ngga mood juga akan menjadi masalah. Jadi sebaiknya, kalau memang lagi ngga mood ~ diam adalah cara terbaik.

Namun tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan diam. Ada yang hanya diam untuk tidak memperpanjang. Namun hatinya masih dongkol. Lha typical yang seperti ini yang sedikit berbeda. Kenapa? Karena pada waktunya nanti. Hal seperti ini akan terulang.

Kalau saya cenderung untuk bertanya. Bertanya ada yang sekiranya menjadi penyebab permasalahan dintara kami. Bukan membuka konflik tapi mencari solusi untuk menyelesaikan konflik tersebut. Sehingga dikemudian hari bisa tau kedepannya. Apa yang menjadi permasalahan. Dan berusaha tidak mengulang.

Sama halnya ketika salah seorang temen saya mengatakan bahwa saya mempunyai √ mulut √ yang sama dengan salah satu temen di group. Yang dikategorikan bahasannya ^ kasar ^. Dan ketika saya mempertanyakan ke temen saya. Apa yang membuat orang berpikiran seperti itu? Apakah saya pernah berkata kasar. Apakah saya pernah memaki maki, seperti temen dengan bahasa yang kasar tadi? Dan jawabanya katanya tidak. Tapi saya diminta memfoto mulut saya dan mulut temen tersebut untuk melihat persamaan. Jawaban yang sedikit konyol untuk saya sebenernya. Atau jawaban yang terlalu tinggi buat saya dengan bahasanya.

Apapun itu masalahnya. Bukan menggabungkan foto mulut yang utama. Tapi bagaimana kita menanggapi suatu masalah. Jangan hanya diam. Karena diam juga tidak akan menyelesaikan masalah.

Advertisements

3 Reason why…




Sepenggal kisah 1948

Pagi ini, di Group Wa keluarga besar ayah saya rame membicarakan salah satu artikel yang menceritakan eyang kami ( RM Ismiadi ). Eyang kami adalah Kapolres pertama di Magetan, dimana th 1948 terjadi gerakan PKI. Menurut penuturan Bapak saya, peristiwa ini bermula dengan adanya Amir syarifudin yang ingin menyusun sebuah konsep tentara merah Uni Soviet. Konsep ini ditolak mentah mentah oleh Jedral Soedirman dan Jendral Oemar Soemarjo. Kemudian Amir Syarifudin ini membentuk Tentara Laut Rep. Indonesia ( TLRI ) tapi usaha ini digagalkan oleh Jendral Soedirman dan kepala staffnya Letjen Oerip Soemorhajo.

Menurut Bapak saya, kejadian bermula saat dirumah eyang ada salah seorang tamu yang menginformasikan kalau ada masalah pemberontakan PKI di daerah saya lupa namanya. Tapi eyang berangkat sendiri. Dan dalam perjalanan ke kantor ternyata sudah di hadang oleh rombongan simpatisan PKI. Menurut Bapak, eyang diseret dengan kendaraan yang dikendarainya sejauh lebih dr 3 km. Karena berahkir di salah satu lobang galian yang telah disiapkan PKI didesa batokan. Dan entah kejadian selanjutnya, Bapak tidak sanggup menjelaskan mengingat beliau masih berumur 11 th dan tidak tau kejadian persisnya. Hanya setelah kejadian itu, eyang putri, bapak dan adik2 nya mengungsi ke tempat pakde kami yang di daerah magetan juga. Pak de kami juga menjadi korban PKI namun beliau tidak sampai menjadi korban karena diselamatkan oleh pasukan siliwangi yang datang. Dan beberapa yang di sekap di Pabrik Gula – ada juga yang meninggal dan dibakar hidup2.

Bagi kami, anak cucunya tentu hal ini membuat kebencian tersendiri terhadap PKI. Dan ini bukan hal yang sulit dilupakan terlebih untuk Bapak saya yang merupakan anak tertua. Kehidupan berat telah dijalaninya bertahun tahun. Kini sudah saatnya kami yang membahagiakan.

Dan ahkir ahkir ini berita adanya muncul gerakan palu arit tentu membuat kami semakin waspada dan sedikit benci. Mudah mudahan bisa diatasi, agar ngga seperti tahun 1948. Yang begitu kejamnya menoreh luka anak cucunya.

Selamat Jalan eyang – RM ISMIADI –

Proses Pengaduan di Polres Kab.Madiun

Setelah menerima kabar bahwa mobil saya ada di Kediri. Yang telah di iklankan di OLX, maka suami berniat untuk melaporkan kejadian ini. Paling tidak sounding permasalahan untuk mendapatkan jalan keluar dari pihak aparat ( disini kepolisian ). Sebenernya dari kami sendiri ( saya dan suami ) hanya menginginkan ketemuan untuk membicarakan masalah ini. Andaikata dia mau membayar ( dipakai sendiri ) maka pembayaran pun bisa dijalankan beberapa lama tapi tolong BPKB dikembalikan. NIAT BAIK TIDAK SELAMANYA DIANGGAP BAIK. Itulah yang terjadi. Jadi niat baik saya untuk meminjamkan – ternyata malah seperti ini kejadiannya. Kami pun ahkirnya datang ke Polres Kota Madiun yang berada di jalan Sumatera. Tanggapan dari unit reserse – cukup baik. Namun ternyata karena lokus kejadian di Kab. Madiun. Maka saya pun ke Polres Kab Madiun yang terletak di jalan soekarno hatta. Disana, setelah mendapatkan surat pelaporan ini.

setelah mendapatkan surat pelapor, saya diantar ke bagian Bareskrim ( pemeriksaan). Disana saya dan suami, bapak serta kakak ipar saya ditanyaakan masalah beberapa hal. Dan menurut informasi sekilas, semua acara jual beli mobil ini terlihat sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak telihat seperti penggelapan ataupun penipuan. Ketika kami bilang penggelapan, dalam hukum ( pandangan mereka )yang namanya penggelapan, ketika mobil dibawa – akadnya untuk di rentalkan – tapi ternyata di jual / digadaikan. Ini baru yang namanya penggelapan. Kalau akadnya untuk di jualkan – dan ternyata sudah di jualkan. Selesai. Bener. yang kurang bener adalah hasil dari penjualan yg belum diselesaikan dan ini bukan masalah penggelapan. Tapi masalah penipuan. Dan perdata. Jadi kalau sanggup membayar, ya sudah. Ngga akan dipermasalahkan. Secara hukum akan diperbolehkan.
mabookkk kaan. tapi ya inilah hukum
Pihak penyidik mengatakan, untuk mengambil barang jelas tidak mungkin karena pembeli sudah membeli dan ada buktinya dengan faktur dan suratnya juga lengkap. Dibilang penadah juga ngga bisa, karena barang juga ngga bermasalah.Ada BPKB, dan STNK.
sementara bukti mengenai peminjaman BPKB, menurut penyidik kurang kuat.
Urusan saya hanya bisa terselesaikan dengan teman saya tersebut. Bila barang sudah ngga ada berati tinggal masalah hutang piutang ( dr pembayarannya ).
Saya sempat sampaikan sama penyidik, Bagaimana saya bisa ketemu dengan orang ini ?, dan Bapak penyidik menjawab : 😯 Ibu aja ngga bisa apalagi saya
Salah satu jawaban yang secara logika bener tapi sebagai aparat – pelayan masyarakat kok jawabannya bikin ngenes.
Selain itu ada juga kalimat yang saya rasa kurang tepat ketika Bapak penyidik mengatakan “yang bisa menjaga harta ibu ya ibu sendiri, bukan kita “. Terlihat kalimat dan maknanya bener. Cuman kok rasanya kurang tepat untuk dikatakan. Terus terang kami sedikit terkejut dengan kalimat yang disampaikan. Kami datang untuk mencari solusi, semestinya pihak pengayom bisa memberikan solusi. Berbeda sekali dengan pelayanan di Polres Kota Madiun.

Dan untuk kelanjutan prosesnya, akan digelar perkara hari selasa besok. Bisa atau tidaknya di proses.

Pengalaman gelap – penggelapan

Beberapa bulan yang lalu saya sempat dihubungi oleh salah satu teman SMA yang ingin membantu menjualkan mobil saya. Dan karena saya pengen jual mobil Vitara tersebut, maka saya pun mengiyakan untuk menjual kendaraan tersebut. Teman ini baru ketemuan 1x selepas SMA. Dan yang saya tahu dia bekerja di salah satu leasing di Madiun yang kemudian di tempatkan di Bojonegoro. Datang kerumah saya malam malam dengan istri dan anaknya, dan saya pun beserta suami mengiyakan untuk menjualkan. Mobilpun dibawa. Beberapa saat saya di Jakarta,saya sempat menayakan apakah sudah laku apa belum. Dan ngga lama saya di informasikan, bahwa ada orang yang berniat dan pengen ngeliat BPKB nya. Saya pun setuju untuk memperlihatkan BPKB ke pembelinya,dan saya suruh untuk menemui Bapak saya – dan apabila selesai tolong dikembalikan ke Bapak saya. BPKB pun diambil. Dan ternyata baru bulan Nov kemaren saya tahu ketika saya telp Bapak, BPKB belum dikembalikan. Makanya saya menanyakan apakah mobil sudah laku apa belum. Dan dijawab bahwa dia akan membeli mobil tersebut, karena anaknya seneng. Dan sementara itu pengajuan PK nya dibuat baru karena harus merubah data alamat, KK, KTP, surat nikah, karena kalau menggunakan identitas lama – tidak diapproved oleh Bank. ( Terkena BI cheking ). Pikir saya saat itu,.bagaimana mungkin lama? soalnya teman ini dulu bekas karyawan leasing yang berada di daerah Klegen – Madiun. Yang kemudian menjadi BM di leasing cab Bojonegoro.Kan harusnya banyak relasi ? sehinggal lebih mudah ? pikir saya saat itu.
Selang sebulan,tepatnya awal Desember 2016 semua komunikasi dengan teman ini sudah tidak bisa. Nomer Hp yang diberikan ( 3 nomer ) semuanya mati. Karena nomernya ngga bisa dihubungi, ahkirnya saya tanya beberapa teman dekat alamatnya. Dan dari salah satu teman SMA juga saya mendapatkan alamatnya. Setelah itu saya minta salah satu sopir saya untuk mencari alamat tersebut. Dan ahkirnya bisa bertemu. Dari informasi istrinya,diberitahukan mobil di titipkan ke rekan temannya di daerah Rejomulyo, Madiun. Hanya istrinya tdk tau tepatnya. Sementara sang suami ( teman )sekarang berada di Kalimantan. Nomer telp yang di hub pun tidak tau. Berdasarkan pernyataan istrinya. Dan istrinya hanya bisa menerima telp tapi tidak bisa menelphone – mengingat nomernya selalu berganti.Sempat suami bisa menelphon, tapi setelah itu tidak bisa lagi. Dan disampaikan kalau dalam waktu 2 hari tdk ada jawaban maka kami akan melaporkan perbuatannya.Dan sehari kemudian saya menemukan iklan di OLX vitara kediri ( mobil saya telah di iklankan di OLX dan berada di kediri ).

Dari kasus ini dan beberapa hal lainnya ( kasus yang dialami sahabat saya juga ). Dimana sahabat saya ini mau menjual mobil, teman dari leasing menawarkan menjualkan..Mobil bertukar – dan ternyata pada saat dipake sahabat saya ini, orang leasing, brimob dan polisi datang dan meributkan bahwa mobil yang digunakan adalah mobil bermasalah ( jabelan leasing ). Sahabat saya menjelaskan kronologisnya, namun pihak leasing, dan polisi tidak mau menerima kronologis cerita. Dan hanya mengatakan bahwa itu barang bermasalah dan teman saya dianggap sebagai penadah.
Dari beberapa kejadian yang saya alami dan saya dengar, sebenernya inilah yang membuat saya dari dulu tidak pernah menggunakan leasing. Apabila kredit,untuk kendaraan lebih baik menggunakan perbankan. Jangan menggunakan leasing. Apaalagi leasing yang tidak terkenal.Mafia mafia..
Dan saya rasa kasus saya atau pun sahabat saya, sudah merupakan hal yang biasa bagi para pemain di leasing. Modus seolah olah semuanya sudah di rekayasa.Kalau suami saya bilang ilmu embongan ( ilmu jalanan )

👉 next story – proses pengaduan di Polres Kab Madiun

Beberapa saat yang lalu saya sempet nonton film ini. Film yang mengisaahkan seorang anak yang dianggap berbeda oleh orang lain – dengan kekurangannya. Boleh jadi dibilang seorang autis. Si ibu terbilang agak frustasi dengan kekurangan anaknya ini, dan selanjutnya meninggalkan anak anaknya. Sementara sang ayah adalah seorang psikolog di angkatan bersenjata. Dengan didikan sang ayah, ahkirnya anak ini masuk di militer juga. Karirnya berahkir di militer tatkala ayahnya meninggal dalam pemakaman ibunya. Selanjutnya dengan keahliannya yang luar biasa dalam menghitung, dia mengambil alih profesi sebagai accountant.

Film accountant ini layak banget di tonton. Bukan hanya untuk orang tua yang mempunyai anak berbeda tapi juga para orang tua dalam mengajarkan anak anaknyaa. Anak anak memang satu dengan yang satunya berbeda. Cara memperlakukannya pun berbeda. Anak autis pun kalau orang tua mengarahkann pass, kemampuannya malah diatas orang orang normal. Namun kadang orang tua yang melihat anaknya berbeda dengan lainya, cenderung menutupi dan kurang sabar menghadapi anaknya. Mengajarkan dan mendidik. Padahal semuanya itu butuh kesabaran. Anak yang dibilang normal aja butuh kesabaran dalam menghadapinya, apalagi mereka yang berbeda. Sometimes keras, kadang lembut. Dua rhyme yang menjadi dasar dalam pertumbuhan anak.