Pray for nurani..

Luka diawal minggu pagi ini, berita tentang pengeboman di tiga gereja yang berada di Surabaya. Sedikit kaget dan ngeri mendengar dan melihat berita di tv. Gambar gambar peristiwa dan korban mulai beredar di beberapa group WA saya. Dan tentu saja semua ini mendapat tanggapan. Baik yang berucap duka cita dan kebencian.

Saya paham sekali. Begitu ada bom yang meledak di gereja, pasti dari kaum nasrani dan sebagian mengatakan bahwa itu perbuatan umat muslim. Itu pasti orang orang islam. Dan saya juga paham sebagian umat moeslempun sedikit tidak enak menerima berita ini. Rasanya seperti terhimpit… Terdesak… Dengan sesuatu hal. Mau menolak kok ya dikiranya membela.. Tapi mengiyakan kok ngga sama dengan ajaran moeslem. Hal rasa yang ngga enak inilah yang kadang membuat beberapa orang merasa orang moeslem di kambing hitamkan. Merasa orang moeslem ditekan. Walaupun pada dasarnya tidak semua orang menyalahkan umat moeslem. Dan hal ini pula yang kadang memicu power untuk membela diri yang pada ahkirnya akan menimbulkan yang namanya jihad versi mereka. Dan.. Itu bisa berbentuk ketidak benaran suatu berita atau hujatan kebencian di media social. Bisa jadi malah membawa rasa penasaran mereka untuk melakukan aksi nyata.

Hal inilah yang pada ahkirmya akan membawa perpecahan bangsa ini. Bukan karena agamanya, tapi pemahaman yang tdk pada tempatnya yang membawa kearah perpecahan.

Saya sendiri seorang muslim, tapi saya juga tidak membenarkan bahkan sedikit melihat kehebatan dari aksi bunuh diri tersebut. Islam tidak mengajarkan kebencian terhadap sesama yang berbeda keyakinan. Dan juga tidak mengajarkan kekerasan seperti itu yang mengakibatkan banyak orang yang ngga berdosa harus meninggalkan kerabat dan keluarganya. Meninggalkan dunia ini. Dan bagi saya aksi yang dikatakan jihad itu bukan aksi yang hebat. Jihad memerangi ke egoisan. Amarah dan prasangka buruk jauh lebih baik dibandingan jihad bersama sama bunuh diri satu keluarga. Tapi ya, karena pemahaman yang berbeda maka mereka akan melakukan seperti itu. Hanya Allah yang tau. Mungkin setelah mengalami kematian yang mereka sebut jihad dengan apa yang mereka pahami, kebenaran yang ditawarkan akan terlihat oleh mereka para bomber.

Dan untuk sayaa, saya lebih memilih ngopi bersama teman tanpa membedakan baju yang mereka kenakan

Advertisements

Sedikit catatan tentang leasing mobil yang membiru

Sebenernya saya paling ga suka ngomong masalah leasing untuk mobil. Beberapa kali saya bermasalah dengan orang leasing baik secara personal dan company. Dan jujur saja. Saya mendingan nabung baru beli mobil dibandingkan dengan leasing. Bukan masalah bunga dan SOP nya yang saya ngga suka. Tapi lebih ngga suka karena attitude orang yang bekerja di leasing. Lebih ngga suka lagi terlebih ketika mobil saya dibeli oleh salah seorang teman saya ( alumni satu sma ) ternyata hanya dibohongin. Mobil sama bpkb dan semua surat dibawa. Mobil dijual ke orang lain dan sampai sekarang ga jelas urusannya. Kebetulan temen ini dulu kerja di salah satu leasing di madiun ( Arjuna leasing – klegen ) madiun. Yang ternyata adeh…bener bener sakit hati saya. Udah dibaikin ngga taunya malah seperti itu. Memaanfaatkan kebaikan. Sementara istrinya yang bekerja di TK ABA ( Jl. Sikatan madiun ) sama mbuletnya kalau ditanya masalah suaminya..kapan bayarnya dan gimana kejelasannya. Ditagih malah bikin sakit hati. Mungkin karene mentalnya sudah mental pegawai leasing – / debt collector yang udah di dunia keras. Jadi malah yang nagih itu rasanya kayak yang punya hutang. Temen satu lagi juga kena masalah ketika akan menjual mobilnya untuk ganti mobil baru. Di jualin sama orang leasing..dituker sama mobilnya. Ngga taunya mobil tukeran nya itu mobil yang ngga dibayar beberapa bulan ( mobil jabelan ). Akhirnya temen saya ini malah dikira penadah. Ditangkep rame rame sama orang leasing dan polisi. Ujung2 nya bayar juga…biar ngga dipenjara. Sementara orang leasing yang nukerin barang ….ngasih pinjem mobil jabelan…melenggang santai.

Dari pengalaman yang ngga enak banget dngan leasing inilah. Saya sudah rasanya ga pengen bersentuhan dengan leasing. Kalau saya punya uang belum cukup banyak dan pengen beli mobil yang lumayan bagus. Saya lebih menyukai mobil eks kedutaan. Seperti di jakarta ini, ada temen yang biasanya menjual mobil eks kedutaan. Tapi saya sarankan kalau ngga kenal baik dan ngga tau jangan beli. Banyak yang ngaku2 mobil eks kedutaan kenyataannya bukan. Hanya mobil bodong. Saya recomendasikan untuk yang pengen mobil harga murah barang bagus. Ya daripada pake leasing – pake mobil eks kedutaan. Nah yang paling pas, dan saya biasa gunakan ada salah satu temen di daerah jakarta ( cibitung ) jl. Wijaya. Kami menyebutnya asem baris motor. Untuk kendaraannya dan surat2nya cukup baik dan mudah. Mungkin hanya sedikit sabar aja kalau samsat. Karena biasanya 2 mingguan. Jadi sebelum habis masanya alangkah baiknya disiapkan untuk samsat. Kalau saya….daripada menggunakan leasing. 😋

Mengelola Bournout – kelelahan psikologis

burnout adalah suatu kelelahan psikologis yang bersifat emosional berhubungan dengan kerja.”

Kelelahan dalam bekerja terkadang membawa effek yang buruk dalam kehidupan kita. Bukan hanya di permasalahan kesehatan badan, yang mungkin kadang kadang migren atau pun rasa lelah yang berkepanjangan. Tangan terasa sering kesemutan. Badan kalau bangun tidur bukannya malah seger tapi malah sakit semuanya. Ini beberapa effeknya, dan ada akibat lainnya juga dalam hal kesehatan bila berkepanjangan.

Dan ada beberapa hal lain yang berhubungan dengan psikis kita yang mempengaruhi dalam lingkungan kita. Seseorang yang tidak bisa mengatur hal tersebut bukan lah decission maker yang bagus tentunya. Kebijaksanaan yang diambil dalam memutuskan suatu masalah pun kadang masih nangung. Bila di review balik maka akan muncul kalimat,” aku udah usul bagus bagus kok ngga diterima sama boss “. Boleh jadi kalau anda merasa bagus dan tidak mengalami – bournout – maka boss anda yang mungkin mengalaminya. Sehingga tidak bisa menerima ide anda yang menurut anda bagus. Atau mungkin anda yang mengalami – bounout – jadi ide tersebut sebenernya ngambang. 

Salah satu akibat adanya – bournout – apabila kita tidak bisa mengaturnya adalah berakibat ke lingkungan kita. Ketidak pekan, sosialisasi semakin berkurang. Sementara rthyme sosialisaasi hanya dengan yang relasi kerja, sekedar ngobrol dan makan. Interaksi hubungan dengan keluarga yang semakin jauh salah satu akibatnya. Dengan alasan tentunya capek ngumpul karena beban kerjaan berat. Masih mendingan kalau berkurang nya ngumpul dengan keluarga yang bukan inti. Kalau sudah merambah ke keluarga inti. Lah gimana ??? Bissa sedikit dipastikan anak anda juga akan meniru anda. Sibuk tidur kalau kita, dia akan sibuk maen dengan temennya. Makanya jangan salahkan anak, ketika kita mulai mengeluh ” lebih perhatian sama temen apa orang tua” karena salah satunya adalah sikap kita. Ketidak pekaan kita terhadap apa yang terjadi dengan lingkungan pun sama akan ditiru oleh anak anak kita. Tidak kita sadari tapi akan menjadi pasti bila kita tidak bisa mengolah – bournout -.

Salah satu cara mengelola Pikiran dan kesehatan agar tidak terkena – bournout adalah menyeimbangkan nya. Dengan memberikan waktu dan ruang gerak untuk berinteraksi sosial dengan Keluarga dan relasi. Agar ada rangsangan kepekaan. Selain itu adalah bisa memilah waktu dan batasaan untuk berpikir dan bekerja. Sehingga tidak menimbulkan kelelahan. Hal yang paling diwaspadai bila bournout menimpa kita adalah ada nya perbedaan antara pikiran dan perkataan. 

Saran, kalau sudah merasa lelah. Ambil waktu istirahat dan lakukan apa yang anda sukai. Berkomunikasi dengan keluarga dan rekan akan memberikan sedikit ruang udara untuk mengatasi bournout. 

 

IMG_5349[1]

Nemu tulisan ini disalah satu Pofile Picture temen saya dalam BBM. Agak aneh ya sekilas, karena biasanya orang lebih suka dengan ” good job ” walaupun bos nya ngga enak banget. Ditahan tahanin karena pekerjaannya bagus. Posisinya bagus. Perusahaannya bagus. Pekerjaannya sesuai dengan bidangnya – itu yang biasanya terjadi.

Kilas balik beberapa tahun yang lalu, saya pun punya pemikiran seperti ini. Seneng dapat kerjaan yang sesyau dengan sekolah saya dan yang jelas perusahaan nya cukup besar. Walaupun boss nya paling ngga nyenengin. Bukan masalah kebijaksanaannya yang ngga nyenengin, tapi cara boss memperlakukan staff nya bener bener ngga nyenengin. Kalau lagi marah keluar yang namanya binatang semuanya. Padahal di perusahaan yang cukup besar lho…Ahkirnya saya pun pindah ke perusahaan yang lainnya. Cukup besar juga, tapi masih lebih kecil dari yang sebelumnya. Disini saya di bagian yang bener bener baru untuk saya. Devisi import, yang ngga saya suka dan diluar pemikiran saya. Jauh dengan bidang pekerjaan yang sebelumnya saya lalui. Dimana dulu masih banyak berhubungan dengan pendidikan saya, Ini ? aduh, ngga ada nyambungnya sama sekali. dan saya bener bener nol. Ngga ngerti apa apa, namun saya punya boss yang bagus. Yang ngajarin saya dari hal hal yang paling awal dari sebuah perjalanan karier saya sekarang. Ngajarin samapi kalau ada masalah ngatasinnya – semuanya diajari. Jarang jarang loh, ada boss yang sebegini nya sama karyawan apalagi yang baru baru. Makanya, saya cenderung betah disini. Jadi mungkin inilah arti dari tulisan tersebut.

Btw, in this time wanna says thank you untuk semua yang telah ngajarin saya begitu banyak..

Ingatan saya kembali ke beberapa tahun silam. Dimana saya masih baru mempunyai anak 1 dan baru beberapa bulan. Saya termasuk salah seorang menantu yang tidak sempurna dimata ibu mertua saya. Yang jelas sempurna ngga sempurnanya itu kan berdasarkan pandangan mertua sendiri. Subjective. Tapi saya termasuk orang yang bodo dan penakut. Ngga disenengin mertua aja saya ngga ada yang namanya marah aatau saya menjauh dari ibu mertua. Paling kalau datang dan diomelin ya diem aja dengerin.  Dan mertua saya ( ibu ) boleh dibilang orang yang keras, sama kayak ibu saya juga sebenernya orang yang keras. Dan dulu karena saking takutnya dan ngga begitu dekat, saya mulai menarik diri dari mertua dan keluarganya. Daripada buat masalah. Tapi kalau ibu ngomong apa ya saya tetep dengerin. Sampai ahkirnya saaya sadar bahwa hidup saya ini kok rasanya selalu penuh masalah aja. Dan ternyata salah satunya karena saya tidak memperdulikan ibu mertua saya. Tahun 2007 saya terkena masalah hutang yang begitu banyaknya luar biasa 🙂 bagi saya saat itu. Dengan angka yang M tentu sangat berat buat saya dan suami. Sampai ahkirnya saya membaca sebuah artikel bahwa salah satu yang paling penting dalam hidup adalah membahagiakan orang tua. Bukan dengan materi tapi dengan perhatian aja udah luar biasa. Kemudian salah satu sahabat saya mas Dede, memberikan terapi 1 day 1 say hello sama ibu mertua ( karena pada dasarnya suami adalah milik ibunya ). Saya mulai memperbaiki hubungan dengan ibu mertua. Sehari saya nelp sekali hanya untuk menanyakan kabar sudah makan apa belum. Dan juga saya menelphone ibu saya sendiri ( sampe sekarang ), tiap hari kalau jauh saya telp ibu. 

Ahkirnya rutinitas ini menjadi kebiasaan. Dan entah saya sadari ataupun tidak, hal seperti itu kalau ngga dijalankan kayaknya ada yang kurang. 2009 diluar dugaan. Saya bisa menyelesaikan masalah hutang dan banyak masalah yang mengganjal dalam kehidupan saya. Effek yang luar biasa dalam hidup saya. Th 2013 ibu mertua mulai sakit2 an sejak pulang dr rumah jakarta. Dan ahkirnya meninggal th 2015 – sekarang setaelah ibu mertua meninggal kok rasanya hambar juga. Ada yang hilang dalam sisi kehidupan saya. Saya inget betul ketika mau meninggal beliau minta sayaa di dekatnya dan menanyakan anak anak saya. Malam setelah beliau meninggal saya sempat bermimpi ibu bilang kalau restu dan pengestunya senantiasa menemani saya dan keluarga. Matur sembah nuwun ibu. Doa dan semangat ibu senantiasa memberikan pencerahan unntuk kami.  

Satu hal yang saya benarkan dalam pembelajaran ini, bahwa ibu iku Pangeran sing katon. Sebelum menyesal , sebelum nanti ngga bisa berbakti – yang masih ada ibu- monggo dirawat dengan kasih ibunya. Pangestunya ibu sungguh luar biasa. Bagi yang wanita, jangan lupa ibu mertuanya… nelp temen aja bisa berjam jam nelp ibu mertua setahun sekali pas lebaran. 😀

Normal VS Ngga Normal

Yang menurut kita normal adalah mereka yang cara mikir dan seleranya sama kayak kita. Normal itu relatif dan mungkin ngga ada orang dan hal yang beneran normal di dunia.

salah seorang temen saya punya hobby yang aneh menurut saya, dan itu saya bilang ngga normal. Kenapa saya bilang ngga normal, karena salah satu kesenangannya adalah selingkuh. Ber sms, wa, bbm dan ngomong yang manis manis plus ngasih harapan plus “saru” di text, telp, bbm dan wa. Kalau ditanya, emang niat meninggalkan pasangan ? jawabannya ngga. Emang dia cinta sama sang selingkuhan ? Bilangnya enggak cuman seneng seneng aja dan memang kebiasaannya ngomong saru saru sama temen cowok juga biasa. Yang penting katanya ngga  tidur bareng dan ga hamil sama pasangan selingkuhannya. Dan yang lebih bikin syok, ini perempuan lagi.. tinggal di yogya yang katanya berbudaya dan sopan santun. Bagi dia semuanya normal aja kok, hanya untuk pelampiasan. Karena dia kerja keras dan pasangan ngga bisa diajak ngomong. Disatu sisi orang lain melihatnya ngga normal ? Kenapa ?  Karena memang selera dan pemikirannya ngga sama. Yang satu mikir normal ya karena dia berpikiran itu ” normal ” dan yang lainya berpikir itu ngga normal karena memang pemikirann dan seleranya berbeda. Coba kalau sama sama pemikirannya dan seleranya pasti akan bilang normal.

Dilain hal ada temen yang bilang seorang claim and resolution itu orang orangnya ngga normal. Saya tanya apa yang menjadikan dasar pemikiranmu untuk mengatakan seperti itu ? Jawabnya : karena claim resolution itu sebenernya pekerjaan yang menjenuhkan- berpikir dan menyelesaikan masalah untuk paling tidak win win solution. Tiap hari kerjaannnya mikir bagaimana masalah ini muncul, terus sebabnya dan setelah analisa juga mesti mikir bagaimana cara penyampaian dan penyelesaiannya untuk masalah ini. Bukan hal yang sederhana, satu case kalau ngga ada kerja saama bs mencapai tahunan untuk penyelesaiannya. Orang bilang kerjaan ngga normal karena menjemukan dan juga riweh ngurusin masalah, nganalisa masalah dan mengurai masalah hingga memberikan penyelesaian. Saya tidak mengatakan mereka salah atau ngga bener, mungkin mereka berpikir bahwa masaalah cukup diselesaikan seiring dengan berjalannya waktu dan ngga perlu diperdebatkan. Ada juga yang ngga perlu dipikir. Satu kalimat saja sudah cukup ngga perlu dianalisa atau dicari solusi penyelesaiannya. Biarkan waktu yang menjawab, itu biasanya. Dan mereka berpikiran normal…nanti lama lama juga masalahnya akan berlalu dan ngga diomong lagi. Tapi bagi sebagian orang yang ngga sepemikiran dan se selera pasti “gemes ” dengan situasi ini, mereka cenderung berpikran bahwa masalah harus diselesaikan suka atau tidak -agar hubungan kedepannya jauh lebih baik dan bisa memperbaiki bila salah. Dan bila orang ngga sepemikiran dan sepaham ya tentu bilangnya pasti ” ngga normal ”

Thats why saya bilang batas kata normal adalah pemikiran dan selera – kalau sepaham ya normal ngga sepaham ya ngga normal.

 

Thought..

I’m not the smartest person,

but I’m not an idiot, either.
I’m not the kindest person you’ve ever known,
but I’m not evil, either.
I’m not a religious person,
but I believe in God.

Sometimes I forget how blessed my life is.
Sometimes I say things that hurt other people.
Sometimes I make wrong choices.

But really, I know I’m not a bad person.
And those flaws I have happen because I’m just human.
Maybe it’s not an excuse,
but I hope they won’t stop you from loving me
as a Connie you used to know.

I don’t ask much from you,
just take me as the person that
you’ve been caring for
since the day we become friends,
relatives, buddies.

I still need you and your moral support.
Please never give up on me,
regardless the choices I made.

Nevertheless, I love you.