Kasepuhan Cipta Gelar


Menginjak jalan yang menyusuri hutan – dengan pemandangan yang sangat mempesona mengingatkan setiap ruang dikepala beberapa tahun yang lalu. Jauh sebelum menikah, saya beberapa kali mengunjungi Kasepuhan Cipta Gelar – barengan sama temen temen Land rover community. Namun setelah menikah memang saya tidak pernah lagi kesini, apalagi karena tinggal di Bali jadi kalau kesini pasti pengen tapi males juga ngga ada temennya. Suara serangga hutan seakang menyambut kedatangan kami – hawa segar dan cukup dingin menembus tulang kami. Tapi semuanya membawa cerita dan kenangan tersendiri buat saya. Dan kali ini ke 5x nya saya mengunjungi Cipta gelar..

Saya suka dengan kasepuhan cipta gelar ini bukan karena pemandangan nya saja tappi salah satunya adalah tradisi adatnya. Cipta gelar berati terbuka atau pasrah. Dan mereka yang disini bener bener memegang teguh adat budaya leluhurnya. Hampir sepanjang jalan padi menghampar ketika kami memasuki kampung adat kasepuhan cipta gelar. Padi diperlakukan istimewa disini. Sebagai sumber kehidupan, menjual padi hasil panen masyarakat Ciptagelar adalah sebuah pantangan. Sama halnya menjual kehidupan mereka.Konsep bertanam padi warisan leluhur Kasepuhan Ciptagelar tanpa pupuk dan pestisida. Mengandalkan perhitungan perbintangan (astronomi). Abah Ugi sebagai tetua adat yang memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mulai bertanam padi dan menuai hasilnya. Siklus bertanam padi setahun sekali inilah yang akan memutus kehidupan hama.

Penerapan adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari dan kesenian tradisional dapat terdokumentasi dan diteruskan ke generasi muda melalui siaran CigaTV. Selain tv, juga ada radio yang dikelola sendiri.Itu nyentriknya Kasepuhan Ciptagelar berpegang teguh pada adat dan memilah-milih modernisasi yang bisa bersanding harmoni dengan adat karuhun. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang menyuplai kebutuhan listrik desa Ciptagelar pun dikelola masyarakat sendiri. Penggunaan drone rakitan untuk memantau kondisi hutan adat bukan sekedar gaya-gayaan kekinian di sosial media.

Untuk ukuran desa adat, Ciptagelar termasuk modern. Mereka punya turbin pembangkit listrik tenaga air sendiri. Abah Ugi, pemimpin adat kasepuhan saat ini hobi bermain drone, bahkan lalu membuat drone sendiri dan mengajarkannya. Kampung ini juga punya stasiun radio dan stasiun televisi lokal yang tayang 24 jam. Meskipun penduduk Ciptagelar hanya panen sekali setahun, lumbung padi mereka cukup untuk persediaan pangan 3-5 tahun ke depan. Akses internet juga bukan sesuatu hal yang aneh di sini. Tergantung provider mana yang anda pakai.

Penduduk Ciptagelar tahu benar bahwa perjalanan menuju kampung mereka terbilang sulit. Keramahan mereka seolah penyembuh luka dan pengobat lelah. Sesuatu yang membuat anda merasa disambut. Keramahan yang membuat saya merasa bangga menjadi Indonesia. Ciptagelar adalah pelarian yang sempurna dari Jakarta yang gaduh. Dan mereka menyapa kami tanpa menggunakan topeng topeng hiasan diwajahnya.

Berbeda dengan tempat tempat lainnya yang saya kunjungi, di Cipta gelar kalau malam kita lapar, ngga ada tempat makan yang buka. Tapi kita bisa pergi ke rumah rumah penduduk untuk meminta makan. Rasanya sedikit ngga nyaman, tapi ngga apalah namanya juga kepepet. Dan merekapun dengan senang hati akan memberikan kita makan. Kemaren, karena ngga enak ati juga udah minta makan rombongan pula jadi kami pun memberikan kenang kenangan kepada mereka. Kami tau mereka tulus, dan merekapun tau juga bahwa kami datang karena kerinduan kami – kerinduan yang tidak bisa kami bayarkan hanya dengan sekedar cendera mata.

Terima kasih , Abah Ubi, ibu Tyas dan segenep warga Kasepuhan Cipta Gelar..

Advertisements

Anyer – Serang

Setelah dr Bandung perjalanan lanjut ke Anyer. Bandung ke Anyer ditempuh dalam waktu 7 jam – lumayan  capek sih. Tapi semuanya terbayar dengan pemandangan pantai Anyer yang bikin adem mata. 


Disini kami menginap di Marbela resort anyer – sebenenya semuanya terpenuhi disini. Maen buat anak anak ada. Pante langsung – makan juga banyak.

Trip pantai yang dekat dekat anyer juga banyak, pantai karangbolong ada juga. Selanjutnya kami ke cipta gelar. Kalau dari pandeglang banten lumayan cukup jauh sebenernya bisa lewat sukabumi. Tapi berhubung yang ngajakin offroad tinggal di cilegon ya berangkatnya dari cilegon, 

Cipta gelar ada dibawah kaki gunung halimun. Kalau dulu sering ngedengerin serial sinetron mak lampir apa brahma ya disinilah lokasinya. Sebuah perkampungan yang masih natural banget !! Dan amazing :)) susah buat diungkapkan kalau ngga jalan sendiri. 


Dan selebihnya jalan jalan di cilegon dan serang. Menikmati malam di merak –  kami di anyer selama 5 hari jadi lumayan capeknya ilang:)

Bandung trip on June 2017

Seminggu menjelang lebaran, saya melakukan perjalanan ke Bandung dengan anak aanak. Biar mereka seneng lah, mumpung liburan. Masak dirumah aja – yang penting biar mereka fresh. Berangkat dr Jakarta jam 11 siang sampe di bandung jam 2 siang. Beruntung ngga macet. Mungkin karena masih puasa ya – jadi sekalian mungkin nanti lebaran mudiknya. 

Di bandung kami menginap di Grand Tjokro – cihampelas. Hotel yang cukup bagus dan luas. Lumayan buat keluarga. Sebelum ke hotel sempetin dulu mampir di tempat rekan saya – yang memang biasa saya kesana tiap ke bandung. Anak anak kami pun cukup dekat. Biasa maen maen.  Besoknya kami melakukan perjalanan ke Farm house , floating market. Esoknya lagi kami jalan jalan ke Trans studio bandung – dan PVJ. Dua malam kami di Grand cokro setelah itu pindah ke Hilton bandung. Adapun trip berikutnya ke kampung bambu, gunung malayang dan lembang ( kebun teh ciater ). Setelah 2 malam ke Hilton, kami pun melanjutkan perjalannan ke Anyer – serang. 

Anyer 


The most place in Cilegon yang saya suka, itu memang Anyer. Bukan Cilegonnya tapi Anyernya. Dari Cilegin masih sekitar 45 menitan. Nah kalau ngebawa anak, ngga usah kemana mana. Pengen main di hotel aja. Salah satu hotel yang paling complete di Anyer adalah Marbella hotel convention and spa. Banyak fasilitasnnya depan pantai Anyer persis dan nyaman. Ngga usah kemana mana anak udah seneng. Selain gede, fasilitas banyak juga nyaman. Kebetulan saya kalau di cilegon memang biasa nginep karena ada kerjaan di sini – lumayan lah kalau semalam nginep, paginya bali ke pabrik udah fresh. 

Dari Jakarta ke Cilegon kalau lancar ngga macet 2 jam udah sampe. Selanjutnya menuju lingkar luar arah ke Anyer. 

Masalah makan boleh di hotel atau di dekat dekat hotel. Cuman kalau ngga kenal atau keliatan hukan orang sana biasanya dimahalin. Mendingan makan d hotel atau di kota cilegon / serang. Daripada nanti di mark up harganya bisa lebih mahal dari hotel. Recommended for a fam holiday !!!!🤣

Universal studio in 1 day …


Beberapa hari yang lalu, saya sengaja mengajak anak anak ke Universal Studio singapore. Dan berhubung waktunya sangat singkat 1 hari aja – makanya tujuan kami hanya ke Universal studio.  Karena ada beberapa kerjaan yang saya sebenernya tidak bisa tinggalkan. 

Saya mengambil Flight yang pagi jam 07.45 dengan penebangan maskapai batik air. Sampai disana jam 10.30 setelah proses imigrasi yang ngga lama ahkirnya kami ke Universal studio. Dari Changi kami menggunakan MRT ke Dhobi Gout setelah itu pindah ke Jalur ungu yang menuju Vivo city, dari vivo bisa menggunakan berbagai alternatif, tapi saya menggunakan sky train express yang terletak di lantai atas mall Vivo. Setelah sampai di Universal Studio anak anak saya biarkan utuk bermain main sepuasnya. Tiket masuk +/- 480 ribu. Jam beroprasinya universal mulai jam 10.00 pagi. Dan saya biarkan anak anak bermain sampai puas ( jam 19. 00 ) malam – selanjutnya kami kembali ke Changi menggunakan sky train dan selanjutnya dengan MRT. Iseng2 kami sambil menunggu waktu muter2 ikutan MRT sampe ke Orchad setelah itu balik lagi ke changi. Dan untul kepulangannya saya menggunakan Air asia yang paling malam ( jam 22.00 ).

Capek ??? Ngga juga sih, tapi sbelum sampai capek memang anak anak saya berikan vitamin. Untuk daya tahan tubuh. Dan bener2 pengalaman yang paling seru – ngebawa anak sehari hanya untuk maen di Universal studio. Ngeri ngeri sedap. But we are enjoy. Namanya juga anak anak adanyan seneng dan seneng kalau diajak liburan ! 😄

Atambua

Pertama kali datang melintas ke atamabua bukan kekagetan yang saya dapatkan. Daerah ini mengingatkan saya waktu jaman madiun tahun 80 an. Jalannya masih kecil ngga segede sekarang. Cuma atambua ini terbilang udaranya cukup panas.

Biar Atambua ini tidaklah seramai Kupang, tapi jangan kaget kalau di Atambua ada beberapa sekolah yang cukup lumayan – sma dan stm nya ada juga selain seminari. Pagi ini perjalananku ke Atambua begitu merekat’ dari kupang – dijemput driver yang biasa menemani saya’ Bang Johan. Panasnya kupang – atambua ditempuh dengan jalan darat yang memakan waktu +/- 8 jam. Jalannya udah ngga kayak dulu lagi. Dr tahun 2015 an udah lumayan mulus. Jadi ngga usah capak capek lagi, duduk manis dan sampe 6,5 jam an perjalanan. Dan mengingat Atambua kota kecil jadi kami berharap bisa sampe sebelum jam 7 malam. Kalau udah jam segitu sepi !!!! Toko2 pada tutup. Dan beruntung saya nyampe jam 3 sore. Jadi masih bisa maem sama beli keperluan disana. Terus balik ke Hotel. Ngomongin hotel kalau di Atambua saya pake hotel Matahari. Yang paling cukup lumayan kalau disana. Tapi kayaknya  nya bintang satu. Tapi kalau dibanding lainnya yang paling lumayan Hotel Matahari. 

Sampe di Atambua jam 3 sore, yang paling saya pikirin makan ! hahahaha lapaaerrr….dan ngantuk. Yang jadi tujuan kuliner di atambua caffee resto xpresso – lokasinya samping kantor bupati. Disini yang enak kopinya….😃 kalau makanannya ya lumayan lah. Ngga enak enak banget. Standard. Kalau biasa yang ckup lumayan enak ada rumah makan kyu kyu ( 99 ). Habis makan kembali lagi ke hotel…tapi sebelumnya diajakin bang Johan keliling ke Atambua. Sebagaimana icon atambua ( kota ) ada di simpang lima. Disini centralnya atambua. Ada gereja katedral yang pas buat selfie…pertokoan dan perkantoran. Atau tugu Pancasilanya…kalau pengen selfie…terus ada juga ddibawain bang Johan ke teluk gurita – untuk ngeliat matahari terbenam…

Pulangnya, mesti balik ke hotel jam 7 karena saya ada janji ketemuan demgan relasi serta sahabat saya yang sekarang di custom atambua.. 

Ngajakin traveling anak bukan hal yang mudah. Tapi bukan hal susah pula. Anak saya yang pertama, sering banget saya ajak jalan jalan ke Yogya, Jakarta dan beberapa tempat di indonesia sebelum umur 3 th. Orang bilang saya gila – anak kecil kok diajakin kemana mana. Tapi ya udah itu kan omongan orang. Umur 4 th ini dia pertama kalinya ke Luar. Sekali keluar waktu itu saya ajak ke Singapore, KL, dan Bangkok. Berdua aja. 

Karena terbiasa naik pesawat sebelumnya jadi bukan hal yang susah. Dari pembuatan passport pertama dia, saya bilang bahwa kami akan ke singapore – KL dan Bangkok. Saya ambil bulan yang terbilang ngga rame. Mengingat juga baru pertama kalinya keluar untuk anak saya. Ittenarry traveling yang memang khusus buat anak anak saya siapkan. Jadi ya memang ke lokasi yang anak bisa maen. Jangan hanya untuk orang tua. Itu yang pertama. Mengajari anak 4 th bukan hal yang mudah. Kadang juga ngambek kadang juga maunya ngga jelas. Ah itu hanya hal biasa. Rasanya semua orang tua juga akan tau ngadepin anaknya kalau seperti itu.  

Pengalaman baru buat anak seusianya yang paling menakutkan memang waktu chek random imigrasi. Dia agak sedikit nervous. mau ngga mau mesti ngasih penjelasan.

Dan diusia yang 11 th, kalau hanya untuk domestic flight dia sudah biasa pergi. Ngajarin adik adiknya pun berani. Hanya pas chek inn kalau di bandara ( karena ngga ada orang dewasa ikutan ) diantar sama kakak. Setelah itu dititipkan ke maskapai. Boarding sendiri udah biasa , bahkan bisa ngajarin adiknya. Di pesawat tentu pramugari akan membantu mencarikan tempat duduk yang dekat dengan orang dewasa. Tiba dia kedatangan biasanya dia langsung menghubungi kami. Untuk dijemput.

Proud of you, son ! Be a good leader – always be humble – and always in God’s way. Amin