Srimulat si Sri

Kerjaan kalau sudah awalnya ribet, itu kebelakangnya biasanya ribet. Dan yang paling ribet sebenernya bukan masalahnya, tapi orang yang didalamnya yang ribet. Kalau saya bilang sih…karena memang berkali kali saya ngalamin begitu. Kerjaannya ngga seberapa ribetnya. Tapi orangnya yang buat ribet.

Saya upload video youtube ini berdasarkan pengalaman saya kapan hari ketika saya menggunakan vendor untuk mengerjakan pekerjaan saya. Karena adanya covid ini, gerak langkah yang terbatas membuat saya menggunakan vendor untuk menyelesaikan masalah.

Saya menggunakan salah satu perusahaan di jl kebon bawang ( Priok ), sebut saja PT HBZ. Mou di buat dan waktu pengerjaan 3 minggu. Selama 3 minggu berjalan, bahkan lebih ternyata si PT HBZ ini ( ibu Hajah H ) tidak memberikan laporan apapun mengenai kelanjutan ( proses ) pengerjaan. Laporan verbal aja bilang beres jam 1 keluar ya… beresss jam 6 keluar yaaa.. beresss jam 11 malam keluar yaa..tapi kenyataaannya ngga ada satupun yang terpenuhi. Ketika saya tanyakan, apa kita mesti siap apa…misalnya pembayaran DO, storage atau apalah. Jawabannya ngga ada. Selonong boy dengan omongan yang gampang dan manis – serasa ngga punya beban. Jawabannya yang ringan tanpa beban ditambah dengan keyakinan dr si ibu Haji pemilik PT HBZ seperti perpaduan yang khas. Persis kayak maen srimulat.

Jelas jelas secara nalar ngga masuk akal. Jelas jelas udah dibohongin berapa kali, kok ya masih percaya. Ya tapi mungkin itulah peran masing2 sehingga menjadi satu group yang solid. Satu sutradara..satu aktor..dan satu korban. Yang paling susahnya si aktor ini yang ada di youtube tersebut. Dan diahkir cerita, dimasukkan ke RSJ. Genap sudah sinetronnya…mau dibawa kemana coba kalau udah ujung2 nya pernah masuk ke RSJ ? 😪😪

Berhenti bersabar

Adakalanya kita berhenti bersikap sabar.

Bukan hal yang mudah bagi saya manusia, untuk terus2 an bersikap sabar. Bukan pula kita harus bergalak ria agar semua orang takut.

Tapi ketika seorang yang dihadapi sudah bener bener keterlaluan, ketegasan diperlukan. Karena pada dasarnya kita hidup harus mempunyai prinsip. Sejauh mana mereka berbuat yang diluar batas, sejauh mana kita harus menentukan prinsip kita.



Lagi musim gratisan jaman ini. Semuanya minta gratis. Tapi ngga mau dibilang minta gratisan.

Kalau kerjaan ngomongnya * hasil ngga sesuai * ( gagal ), minta semuanya kembali utuh dan ngga ada pemotongan pekerjaan. Pekerjaan jalan 3 bulan hasil ngga sesuai yang dimau client juga dibilang gagal dan semuanya dikembalikan. Downpayment.

Kadang yang dibilang gagal, hanya menurut versi mereka. Karena keinginan ngga sesuai dengan kenyataan yang mereka terima. Sementara mereka berkeinginan seperti apa yang mereka mau.

Tinggal sanggup ngga….kita ngasih gratisan. Kalau buat sedekah sih ngga apa, kalau memang yang di gratisin ngga mampu. Lah kalau client yang katanya ( menurut mereka ) bergelar kakap, BUMN china…kok minta gratis apakah termasuk fakir miskin ini perusahaannya ? 🤣

Ketika..

Ketika sebagai rakyat suara tidak pernah sampai ke orang yang seharusnya mendengar. Ketika apa yang kita lihat dan kita rasakan tidak tersampaikan. Dan begitu membuka mata yang kita dengar dan lihat adalah berita dimana seharusnya adalah sebuah kebohongan. Pemutar balikan fakta.

Ketika semua itu sudah terjadi, tidaklah ada yang bisa dilakukan. Selain menunggu pimpinan berganti.

Ketemu Bu Gampang

Kalau inget si sri ini, jadi keinget sama pak Gampang. Kita manggilnya biasanya pak gampang. Karena semua masalah dibilang gampang. Dan selalu bilang gampang. Gampang sih gampang kalau bisa selesai atau clear. Tapi kalau bilang gampang tapi ngga selesai ,apa bisa dibilang gampang ?

Kemaren rabu 20/05/2020 saya ketemu si bu gampang ini di Santika kelapa gading. After kejadian yang nggak jelas selesai sama client saya, ahkirnya saya ketemu sama si sri winarsih yang sebelumnya saya upload youtube nya di post sebelum ini. Dari pertama ketemu, ngeliat aja rasanya udah yakin kalau dia ngga bener. Perasaan ngga pernah bisa bohong, mana yang orang baik mana yang ngga itu akan jelas keliatan. Udah kerasa. Intinya, tubuh dan hati serta pikiran udah kasih sign.

Pertemuan kita ngomong masalah evaluasi pekerjaan yang tidak dikerjakan. Saya bilang sih tidak dikerjakan, karena tidak ada keliatan langkah2 nya dan hasilnya sedikitpun. Dari cara ngomongnya dari penjelasannya memang semuanya ngga masuk akal. Kayak nonton ipin upin itu. Masih mendingan ipin upin ada pesan moralnya dan menghibur. Ini, bukannya menghibur malah eneq ngeliatnya.

Sudah jelas jelàs ketahuan bohongnya, masih berbohong juga. Yang lebih aneh adalah orang yang percaya dengan kebohongannya. Wajarlah kalau dia bohong terus bohong lagi untuk menutup kebohongannya. Yang aneh, yang percaya dengan kebohongannya padahal sudah terlihat jelas.

Ada bagian yang masalah pengembalian dana bila ngga selesai pekerjaan. Si customer minta dikembalikan dana utuh karena dianggap si orang ini ngga kerja. Lah gimana mau nganggep kerja kalau langkahnya aja ngga ada 🤣.

Dan dengan santai si mbak sri ini ngomong sama perusahaan vendor, gampang, nanti jam satu selesai. Kalau ngga selesai nanti kita kembalikan uangnya semua. Uang segitu mah kecil buat kita. Biasa kita juga kerjaannya T, mbak Novi. Sebeneenya asli mau ngakak saya dengernya. Gimana ngga ngakak, kerjaan T tapi kerjanya kayak model seperti itu. Ngga jelas. Dari pengalaman saya, biasanya orang yang ngomong seperti itu pasti ngga sesuai. Saya bukan ngalamin sekali dua kali. Tapi beberapa kali seperti itu.

Kalau kerja sama dengan saya itu sebenernya simple, jujur. Jadi kalau ada masalah bicara. Biar bisa cari solusi. Jangan bohong2 lah. Ketika bohong2 saya sudah males ngurusnya. Dan ini banyak bohongnya. Ngga mikir orang lain. Iya kalau yang dibohongi perusahaan segede gaban ngga masalahin mau menanggung resikonya. Tapi ketika semua biaya dibebankan ke karyawan yang incharge, apa ngga kasihan.? Dimana karyawan harus mengganti uang perusahaan yang mereka makan. Dan jawabannya !hah, kita mah ngga pernah makan uang haram hasil kayak ginian. Jangan kawatir. Kita kerjaannya Trilyun mbak. Justru kalimat seperti ini akan menjadi penghalangnya. Dan biasanya..hasilnya ya begitu deh. Lain dibibir lan di perbuatan.

Dan kebuktikaaan…ketika ngga bisa menyelesaikan, pabrik meminta pertanggung jawaban pengembalian dana. Jawabannya sebentar saya tagihkan ini saya trasfer 20% dulu ya… see…ngga sesuai omongannya yang gampang kan. Katanya order T ngebayar ratusan juta aja baru dibayar 20% nya. Its mean puluhan juta. Mana gampangnya ya ??

Memang ngomong sih gampang. Prakteknya yang susah. Bukan gampang lagi dong bu sri gampang panggilannya ? Bu sri susah. 🤣. Nah kan bu Ham, paham kan saya ngomong kemarin.??

Domba aduan

Ngga di instansi ber plat merah. Ngga di perusahaan swasta biasa. Yang namanya kubu berbeda dalam satu rumah itu biasa. Yang ga biasa adalah orang yang ada di dlam rumah tapi malah ngompori pihak luar untuk menjatuhkan salah satu pihak salam rumah tersebut.

Bagi saya orang yang seeperti itu adalah orang yang ngga punya prinsip dan penjilat kelass truwelu. Bisanya hanya ngomporin pihak luar buat memperkeruh suasana. Dan menjatuhkan pihak internal.

Dan herannya orang orang seperti itu kok masih dikasih kesempatan banyak buat ngomporin orang.

Denda SPPB setelah NHI

Momok bagi para importir ketika muncul masalah denda SPPB. Bukan sekali dua kali complain terjadi ketika importir mau membayar biaya penumpukan, dan tau biaya bisa langsung nangis darah.

Sama halnya ketika sebuah perusahaan sudah SPPB, tapi ngga taunya di hold oleh bea cukai ( NHI – Nota Hasil Intelegent ) dimana barang di periksa kembali dan hasilnya akan keluar dua hal. Pembatalan NHI atau ke 53 ayat 3. Dimana barang harus di re eksport / dipenuhi lartasnya / di BDN kan. Seperti makan buah simalakama. Iya kalau pembatalannya bisa seminggu dua minggu. Tapi kemungkinan pasti akan lebih dari dua minggu. Kalau prosedural. Ketika pembatalan SPPB nya sudah selesai. Biasanya importir akan teriak2 dengan denda sppb yang sangat fantastis. Sebagai contoh penimbunannya ( storage nya ) diangka 200 jt. Denda SPPB nya ( bergantung jenis container ) bisa mengerikan. Saya ambil contoh container Flat Track. Denda SPPB nya selama 2 bulan itu bisa mencapai 380 jt lebih. Kebayangkan betapa ngerinya denda SPPB. Denda SPPB akan terbit berkisaran 200%. Kalau setelah SP2 akan terbit 300% dr Tariff Dasar Penumpukan.

Disisi lain, sebenernya saya pengen sekali menyarankan untuk pihak Bea cukai – bagaimana kalau misalnya NHI nya sebelum ada SPPB. Karena denda ketika ada muncul SPPB sangat amat luar biasa. Kasihan importirnya. Saya paham mungkin ada aturannya seperti itu dalam regulasi Pabean, tapi alangkah baiknya apabila akan melakukan NHI sebelum barang SPPB. Akan disarankan kita meminta discount ke TPS, tapi pasti akan lama dan belum tentu juga dikabulkan. 😭😭😭😭

_semoga kedepannya ada sedikit perhatian untuk hal hal seperti itu_

Seneng ngebaca ini. Pastikan entar kalau meninggal jangan lupa inget inget password dan user name socmed nya ya. Jadi kalau malaikat sekiranya salah itung amalan mu…tinggal buka socmed. 🤣🤣🤣

SOK

Susah ketika, kita ngomong sama orang yang ngga paham prosedur tapi sok tau. Orang yang ngerti tapi sok ngerti. Orang yang ngga melihat tapi sok tau. Ketika ^ sok ^ menjadi bagian dalam pemikiran kita. Maka jelas sudah ego akan semakin rakus dan kelaparan. Semua orang yang tidak sejalanpun dibilang salah, gegara ^ soķ ^ ini. Sok bukanlah Tuhan, jadi coba berpikir kembali apakah perlu membesarkan sok mu. Sehingga kamu tidak akan pernah belajar dan tidak akan pernah mengerti begitu dahsyatnya lingkungan diluar ^ sok ^ mu. Anyway, dari pada ngomong sama orang yang sok gini – mendingan ngomong sama sok imah 🤣

%d bloggers like this: